Posts

Showing posts with the label Review Film

[Ulasan Film] Seni Merayu Tuhan: Ketika Jalan Pulang kepada Tuhan Tak Selalu Mudah

Image
  Poster by @filmsenimerayutuhan Skor: 7/10 Seni Merayu Tuhan bercerita tentang Hikmah (Ari Irham), seorang pemuda yang hidupnya berubah setelah sang ibu, Halimah (Rieke Dyah Pitaloka), meninggal dunia. Kepergian sang ibu membuat Hikmah dihantui rasa bersalah karena selama hidupnya ia merasa terlalu sering mengabaikan ibunya. Dari sana, ia mulai mencari kembali makna keimanan dan mencoba bertaubat. Dalam perjalanan tersebut, Hikmah ditemani Hotib (Teuku Ryzki), sahabat masa kecilnya, serta Sophia (Lutesha), kekasihnya yang berbeda agama. Perjalanan Hikmah untuk kembali menemukan Tuhan ternyata tidak mudah. Alih-alih menemukan ketenangan, ia justru seperti terus berhadapan dengan berbagai persoalan. Ada kesan bahwa semakin ia berusaha mendekat kepada Tuhan, semakin banyak pula cobaan yang datang. Buat saya, gagasan ini cukup menarik. Ada keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan hari ini: bagaimana seseorang yang sedang mencari Tuhan justru bisa merasa semakin jauh dari-Nya. Ter...

[Ulasan Film] The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Lebih Sulit daripada Menang Perang

Image
Image by IMDb.com Skor: 8,5/10 Diangkat dari syair epik karya Homer, The Odyssey berkisah tentang perjalanan pulang Odysseus (Matt Damon) setelah memenangkan Perang Troya. Dialah sosok di balik siasat Kuda Troya yang mengakhiri perang selama sepuluh tahun. Namun kemenangan ternyata bukan akhir dari perjuangannya. Dalam perjalanan menuju Ithaka, ia harus berhadapan dengan para dewa, makhluk-makhluk mitologi, kutukan, dan godaan yang berkali-kali menguji kecerdikan sekaligus ambisinya. Sebagai orang yang tidak terlalu akrab dengan mitologi Yunani, saya sempat dibuat kebingungan pada awal film. Tiba-tiba muncul Cyclops bermata satu, sosok penggembala domba yang sekilas mengingatkan saya pada Dajjal, hingga kemunculan Athena yang diperankan Zendaya. Rasanya seperti memasuki mimpi orang yang sedang demam, tetapi disusun dengan estetika visual yang begitu memikat. Imajinasi Homer memang terasa liar, dan Christopher Nolan berhasil menerjemahkannya menjadi pengalaman sinema yang megah. Act pe...

[Ulasan Serial] Berlin and The Lady with an Ermine: Perampokan yang Terlalu Mudah dan Kisah Cinta yang Terlampau Riuh

Image
Skor: 8/10 Setelah musim pertamanya yang bagi saya terasa naik-turun, Berlin and The Lady with an Ermine (2026) berhasil tampil lebih meyakinkan. Serial ini mengikuti Berlin dan Damián yang kembali mengumpulkan kru mereka di Seville untuk menjalankan sebuah rencana besar. Di permukaan, target mereka adalah lukisan The Lady with an Ermine karya Leonardo da Vinci. Namun di balik itu, mereka sebenarnya ingin memberi pelajaran kepada Duke dan Duchess of Málaga yang pernah memeras Berlin. Dibandingkan serial Berlin (2023), musim ini terasa lebih matang. Karakter-karakternya berhasil membangun simpati penonton dengan lebih baik. Hubungan antartokoh yang menjadi plot sampingan juga mendapat porsi yang pas sehingga emosinya terasa lebih dalam dan membuat saya lebih terlibat dengan perjalanan mereka. Sayangnya, masalah yang sama masih muncul. Semua terasa terlalu mudah. Istana sebesar itu tampak dijaga seadanya dan sering kali terasa begitu sepi sehingga sulit dipercaya menjadi target yang san...

[Ulasan Film] Over the Hedge: Ajakan untuk Hidup Berdampingan dengan Alam

Image
Skor: 8/10 Dua puluh tahun lalu film ini pertama kali tayang, dan baru sekarang saya berkesempatan menontonnya melalui Netflix. Menariknya, meskipun sudah berusia dua dekade, tema yang diangkat Over the Hedge masih terasa relevan hingga hari ini. Film animasi ini mengisahkan sekelompok hewan hutan yang berusaha bertahan hidup setelah sebagian besar habitat mereka dibabat habis oleh manusia dan diubah menjadi kawasan perumahan elit. Dari sudut pandang para hewan, penonton diajak melihat bagaimana pembangunan yang dilakukan manusia sering kali mengabaikan makhluk lain yang juga bergantung pada alam untuk hidup. Salah satu hal yang membuat film ini menarik adalah keberhasilannya menceritakan persoalan lingkungan tanpa terasa menggurui. Isu serius tentang hilangnya habitat satwa dikemas melalui komedi yang ringan, petualangan yang seru, dan berbagai intrik yang melibatkan para karakter hewan. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan terasa lebih mudah diterima oleh penonton dari berbagai u...

[Ulasan Serial] The Wonderfools: Apa Jadinya Jika Tiga Orang Plenger Memiliki Kekuatan Super?

Image
Skor: 8,5/10  Tiga warga biasa yang sangat plenger, tiba-tiba karena suatu kejadian mendapatkan kemampuan superhero yang sangat di luar nurul. Apa yang akan terjadi setelahnya? Berlatar tahun 1999 menjelang tahun baru milenium aka tahun 2000, masyarakat di Korea Selatan dihebohkan oleh isu akan terjadinya kiamat alias hari akhir. Para penganut sekte "Gereja Keabadian" mengajak orang-orang untuk bergabung agar selamat dari hari kiamat. Padahal organisasi rahasia ini adalah organisasi jahat yang menggunakan kedok gereja untuk melakukan eksperimen ilegal demi memburu darah dan jantung "Anak Keabadian" Wunderkinder yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan memberikan kehidupan kekal. Serial komedi aksi ini dibintangi oleh Park Eun-Bin dan Cha Eun-Woo dan aktor kelas wahid lainnya. Saking bagus dan meyakinkan dan plengernya Park Eun-bin memerankan karakter Eun Chae-ni, barulah di episode akhir saya ngeh kalau dia ternyata yang memerankan karakter pengacara au...

[Ulasan Film] Goat: Animasi Segar dan Upaya Mengejar Mimpi

Image
Skor: 8,5/10 Animasi yang segar secara visual. Menawarkan cerita dengan formula standar: from zero to hero. Namun tetap seru diikuti karena "goat" di sini dibuat bermakna ganda sebab mengisahkan seekor kambing yang bercita-cita ingin menjadi atlet basket terbaik di wilayahnya. Pesan "dream big" yang terus diulang-ulang tampak menyenangkan sekali dan memberikan afirmasi positif sepanjang film. Sebagai orang yang tidak paham tentang olahraga basket menonton ini tetap mendapatkan keseruannya; ada jokes yang komikal di sisi lain berhasil menyentuh karena sejak awal Will Harris si kambing itu digambarkan bagaimana hubungan dengan ibunya yang begitu hangat. Sayangnya, cara ia mencapai sesuatu terasa sangat mudah. Sebab, dibanding para atlet yang lain, Will malah direkrut jadi atlet profesional hanya karena dia viral mendapatkan poin melawan atlet profesional dari tim lain walaupun dia tetap kalah tapi potongan videonya saja yang viral. Cilegon, 26 Mei 2026

[Ulasan Film] Modual Nekad: Film yang Beneran Nekad

Image
Skor: 6/10 Film yang beneran nekad. Film pertamanya nggak laku-laku amat tapi tetep bikin sekuelnya. Imam Darto sebagai writer-director sebetulnya punya track record bikin cerita bagus. Dia menulis skenario film Pretty Boys (2019) dan Selesai (2021) dengan cukup apik. Bedanya, kali ini ia duduk sebagai seorang Sutradarto juga. Film keduanya ini melanjutkan cerita tentang tiga saudara yang mencari uang agar lepas dari utang dan kebutuhan hidup sehari-harinya dengan cara melakukan tindakan kriminal dan penuh resiko. Premisnya cukup menjanjikan andai dia bisa fokus ke satu plot utama saja. Sayangnya tidak. Cerita yang ditulisnya cukup lemah di banyak aspek. Bahkan, saya yang termasuk menyukai tipe dry comedy khas Darto, di film ini beneran garing banget komedinya. Hernawan Yoga dan David Nurbianto yang duduk di kursi konsultan komedi. Saran saya Darto mesti mencoba mencari comcon yang lain. Awwe jaminan ngakak-kocak karena dia yang ada di balik suksesnya Agak Laen. Padahal, Modal Nekad pu...

[Catatan] Menjawab Pertanyaan tentang Film Yuni dan Proses Novelisasinya

Image
Kamila Andini (kiri) dan Ade Ubaidil (kanan). Dokumentasi oleh Gramedia Pustaka Utama *) Catatan untuk mahasiswa, peneliti, dan pewawancara Belakangan ini saya, Ade Ubaidil, cukup kewalahan karena sering mendapatkan pertanyaan terkait film dan novel Yuni untuk kebutuhan skripsi, tesis, jurnalistik sekolah, hingga diskusi publik. Karena banyak pertanyaan yang sebenarnya mirip atau berulang, saya mencoba merapikan beberapa jawaban di sini agar bisa menjadi rujukan awal untuk teman-teman yang ingin melakukan wawancara. Saya juga merasa perlu meluruskan satu hal penting sejak awal karena sering terjadi kesalahpahaman. Film Yuni  (2021) lahir terlebih dahulu dalam bentuk skenario yang ditulis oleh Kamila Andini dan Prima Rusdi, lalu divisualisasikan menjadi film. Setelah proses syuting berjalan, saya baru terlibat dalam pengalihwahanaan dari skenario film menjadi novel. Jadi posisi saya di karya ini adalah sebagai penulis novelisasi atau adaptasi novel Yuni , bukan penulis cerita awal ...

[Ulasan Film] Swapped: Melihat Dunia dari Tubuh yang Berbeda

Image
Skor: 8,5/10. Swapped adalah film animasi komedi-petualangan Amerika tahun 2026 yang disutradarai oleh Nathan Greno dan diproduksi oleh Skydance Animation untuk Netflix. Film ini menampilkan jajaran pengisi suara seperti Michael B. Jordan, Juno Temple, Tracy Morgan, Cedric the Entertainer, dan Justina Machado. Film ini dirilis pada 1 Mei 2026 di Netflix serta beberapa bioskop terpilih. Film ini berkisah tentang Ollie, seekor tikus hutan kecil (Pookoo) yang penuh rasa ingin tahu sejak kecil. Rasa penasarannya sering membawanya pada situasi yang tidak terduga—termasuk saat ia mencoba berbuat baik kepada Ivy, seekor burung dengan bulu menyerupai dedaunan (Javan). Namun, niat baik itu justru dianggap sebagai kesalahan oleh keluarganya, dan menjadi awal dari petualangan yang jauh lebih besar. Sebuah peristiwa ajaib membuat Ollie dan Ivy bertukar tubuh. Dari sinilah cerita berkembang menjadi petualangan liar yang memaksa keduanya memahami sudut pandang satu sama lain—secara harfiah. Konsep “...

[Ulasan Film] The Truman Show: Ketika Realitas Tak Lagi Milik Sendiri

Image
Skor: 8/10. Saya baru saja menonton The Truman Show garapan Peter Weir dan ditulis oleh Andrew Niccol. Agak terlambat memang, mengingat film ini tayang pada 1998, tetapi barangkali justru karena datang terlambat saya bisa menontonnya dengan rasa ingin tahu yang lebih utuh. Selama ini saya sering mendengar film ini disebut dalam daftar film favorit banyak sineas, bahkan kerap dianggap sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Setelah menontonnya, saya mulai mengerti mengapa. Untuk ukuran zamannya, gagasan tentang seorang manusia yang seluruh hidupnya dijadikan tontonan tanpa pernah ia sadari terasa sangat mencengangkan. Di tahun ketika televisi masih menjadi pusat perhatian banyak orang, ide semacam ini pasti terasa sangat mindblowing. Menariknya, saat menonton film ini saya justru teringat pada Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono, ketika tokoh fiksinya mulai melawan penulisnya sendiri dan keluar dari batas cerita. Ada semacam kegelisahan yang sama tentang siapa yang se...

[Ulasan Film] Anaconda: Saat Sinefil Berkumpul dan Me-remake Film Versinya Sendiri

Image
Image by heavenofhorror.com Skor: 7/10.   Film pertamanya tayang tahun 1997, dan seringkali diputar di bioskop Trans TV. Ingat film ini bikin inget masa kecil di mana banyak sekali film-film seru yang saya saksikan di televisi. Anaconda sendiri jadi film yang bikin traumatis dan bikin suudzon tiap kali ngojay di curug. Bawaannya curiga mulu kalau di bawah airnya ada ular raksasa kayak anaconda.   Setelah sekian lama menghindari menonton film setipe ini, akhirnya saya iseng nonton Anaconda (2025) yang konon remake versi Spiritual sequel dari Anaconda tahun 1997. Film ini menceritakan tentang empat sahabat sejak kecil yang begitu mencintai film aka sinefil. Salah satu film yang mereka sukai adalah Anaconda. Kenapa spesifik tahun 1997 karena di filmnya akan bermunculan cameonya seperti Jenifer Lopez dan Ice Cube yang jujur bikin rata teriak sih pas nontonnya, karena kemunculannya dibikin sedemikian dramatis. Boleh dibilang, film bergenre komedi ini bermain di wilayah metafiksi, j...

[Ulasan Film] Interstellar: Beri Pengalaman Lain Saat Ditonton Ulang

Image
Image by displate.com Skor: 9/10. Setelah sekian lama, akhirnya semalem nonton ulang Interstellar (2014) karena besoknya mau nonton Project Hail Mary, sebagai perbandingan dengan tema dan gagasan serupa. Tapi entah kenapa, feeling nonton Interstellar semalem nggak kayak pas awal nonton film ini. Nggak excited dan nggak berasa se-wah dulu. Mungkin ini pertanda bagus karena artinya banyak film bertema sama setelahnya yang sudah saya tonton dan lebih baik darinya. Mungkin tidak terkejut lagi karena sudah tahu endingnya walaupun sebenarnya di pengalaman nonton film lain yang sudah pernah saya saksikan dan ditonton ulang kejutannya tetap berasa. Saya malah jadi bertanya-tanya kenapa muncul dugaan kalau Cooper di saat terjebak dalam worm hole dia sudah tidak (Matthew McConaughey) sadarkan diri dan apa yang terjadi dengan dirinya yang memberi kode lewat kamar anaknya adalah hanya halusinasinya menjelang kematian hingga film berakhir.  Ini hanya teori saja sih, karena setelah saya mencari ...

[Ulasan Serial] Luka, Makan, Cinta: Ketika Luka Meracik Rasa Menjadi Cinta

Image
Image by Netflix.com Skor: 8/10. Netflix kembali merilis original series Indonesia tahun ini lewat Luka, Makan, Cinta (Made with Love), yang mengisahkan seorang koki muda ambisius bernama Luka Amanda (Mawar Eva de Jongh), anak pemilik restoran ternama di Bali bernama Umah Rasa. Luka berusaha mendapatkan kepercayaan dari ibunya, Chef Sari (Sha Ine Febriyanti), agar diangkat menjadi head chef demi meraih Craft Star. Namun harapan itu pupus ketika posisi tersebut justru diberikan kepada Dennis (Deva Mahenra), seorang koki yang lebih berpengalaman. Sepanjang cerita, Luka menjadi sosok yang terus bergulat dengan ambisi dan keraguannya sendiri. Ia mencurahkan kegelisahannya tentang karier kepada sahabatnya, Gita (Asmara Abigail), dan kekasihnya, Valdo (Adipati Dolken). Konflik semakin berkembang dengan hadirnya Pak Hasnan, pemilik restoran pesaing Chateau de Sanur, yang tampak ingin menjegal kesuksesan Umah Rasa. Barangkali masih bisa dihitung dengan jari jumlah film atau serial Indonesia ya...