image by: Fernanda Rochman Ardhana Aku tengah membayangkan, ketika sedang menyendiri, ada seseorang yang begitu saja tiba-tiba datang menghampiriku. Membawa dua cangkir, terserah teh atau kopi, lalu memberikan satu untukku. Ia mengambil satu bagian lantai yang kosong. Boleh di sebelahku, atau di hadapanku. Kemudian kami memperbincangkan apa pun. Mulai dari alasan kenapa manusia membutuhkan rumah tinggal, atau kenapa roda kendaraan berbentuk bulat, atau pula membahas tentang kenapa orang sakit jiwa jarang sekali—malah tak pernah—terserang jatuh sakit. Apalah itu, yang jelas aku akan sangat berbahagia andai ada orang yang mau menemaniku di sini. Mendengarkan atau didengarkan keluhan dan curahan hatinya masing-masing. Di sebuah dermaga Clondspenz, tempat persinggahan kapal barang, di bagian paling tepi dari ujung jembatan kayu, aku tengah melamunkan segalanya. Apa kehidupan hanya sebatas keluh kesah saja? Yang dibungkus dengan tawa, seolah gembira, saat berjumpa kawan lama...
Comments
Post a Comment