Posts

[Ulasan Buku] Teka-Teki Rumah Aneh: Misteri Rumah, Silsilah Keluarga, dan Sebuah Rahasia Kelam

Image
Skor: 8,5/10 Setelah ketagihan membaca buku-buku Keigo Higashino, saya akhirnya kepincut mencoba buku perdana Uketsu, Teka-Teki Rumah Aneh . Dari premisnya saja buku ini sudah menarik: seorang penulis cerita misteri diminta kenalannya meneliti denah sebuah rumah impian yang sekilas tampak normal. Namun, semakin diperhatikan, semakin banyak kejanggalan yang muncul. Bersama Kurihara, seorang arsitek sekaligus pencinta cerita horor, ia menemukan ruangan tersembunyi tanpa akses serta berbagai keanehan struktur bangunan yang perlahan mengarah pada sebuah tindakan kriminal di masa lalu. Yang membuat buku ini menarik adalah cara Uketsu menyusun misterinya. Penelusuran terasa nyata dan tidak mengada-ada. Setiap kejanggalan seperti kepingan puzzle yang perlahan menemukan tempatnya. Kita diajak mengikuti proses berpikir para tokohnya, mencocokkan informasi, membaca denah, lalu menghubungkan satu fakta dengan fakta lainnya. Semakin jauh penyelidikan berjalan, semakin terasa bahwa rumah tersebut ...

[Self-Depression] Rak Buku, Kepepet, dan Cara Otak Saya Bekerja

Image
Dokumentasi pribadi, foto rak buku di kamar saya. Adakah di antara kalian yang ketika melihat sesuatu berantakan—buku-buku yang terserak, tumpukan kertas yang tidak lagi pada tempatnya, meja kerja yang mulai kehilangan bentuk aslinya—tidak serta-merta membereskannya? Saya salah satunya. Bahkan sering kali saya bisa melihat sesuatu yang berantakan selama berhari-hari tanpa merasa perlu segera membereskannya. Buku-buku  koleksi di rak di kamar saya itu misalnya. Saya tahu persis bahwa susunannya sudah tidak karuan. Ada buku yang berdiri, ada yang tidur, ada yang ditumpuk di atas buku lain, ada yang bahkan sudah tidak mendapatkan tempat dan akhirnya diletakkan begitu saja di mana pun ruang kosong masih tersedia. Tetapi anehnya, setiap kali melihatnya, di kepala saya sebenarnya sudah muncul gambaran tentang bagaimana semuanya nanti akan dirapikan. Saya tahu harus mulai dari mana, buku-buku mana yang harus dikelompokkan, mana yang harus dipindahkan ke rak lain, dan bahkan kadang saya s...

[Ulasan Film] Seni Merayu Tuhan: Ketika Jalan Pulang kepada Tuhan Tak Selalu Mudah

Image
  Poster by @filmsenimerayutuhan Skor: 7/10 Seni Merayu Tuhan bercerita tentang Hikmah (Ari Irham), seorang pemuda yang hidupnya berubah setelah sang ibu, Halimah (Rieke Dyah Pitaloka), meninggal dunia. Kepergian sang ibu membuat Hikmah dihantui rasa bersalah karena selama hidupnya ia merasa terlalu sering mengabaikan ibunya. Dari sana, ia mulai mencari kembali makna keimanan dan mencoba bertaubat. Dalam perjalanan tersebut, Hikmah ditemani Hotib (Teuku Ryzki), sahabat masa kecilnya, serta Sophia (Lutesha), kekasihnya yang berbeda agama. Perjalanan Hikmah untuk kembali menemukan Tuhan ternyata tidak mudah. Alih-alih menemukan ketenangan, ia justru seperti terus berhadapan dengan berbagai persoalan. Ada kesan bahwa semakin ia berusaha mendekat kepada Tuhan, semakin banyak pula cobaan yang datang. Buat saya, gagasan ini cukup menarik. Ada keresahan yang sangat dekat dengan kehidupan hari ini: bagaimana seseorang yang sedang mencari Tuhan justru bisa merasa semakin jauh dari-Nya. Ter...

[Ulasan Film] The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Lebih Sulit daripada Menang Perang

Image
Image by IMDb.com Skor: 8,5/10 Diangkat dari syair epik karya Homer, The Odyssey berkisah tentang perjalanan pulang Odysseus (Matt Damon) setelah memenangkan Perang Troya. Dialah sosok di balik siasat Kuda Troya yang mengakhiri perang selama sepuluh tahun. Namun kemenangan ternyata bukan akhir dari perjuangannya. Dalam perjalanan menuju Ithaka, ia harus berhadapan dengan para dewa, makhluk-makhluk mitologi, kutukan, dan godaan yang berkali-kali menguji kecerdikan sekaligus ambisinya. Sebagai orang yang tidak terlalu akrab dengan mitologi Yunani, saya sempat dibuat kebingungan pada awal film. Tiba-tiba muncul Cyclops bermata satu, sosok penggembala domba yang sekilas mengingatkan saya pada Dajjal, hingga kemunculan Athena yang diperankan Zendaya. Rasanya seperti memasuki mimpi orang yang sedang demam, tetapi disusun dengan estetika visual yang begitu memikat. Imajinasi Homer memang terasa liar, dan Christopher Nolan berhasil menerjemahkannya menjadi pengalaman sinema yang megah. Act pe...

[Catatan] Di Antara yang Patah dan Pulih - Kata Pengantar untuk Buku Puisi "Dukkha" karya Beatrix Yunarti Manehat

Image
    — Pengalaman personal atas pembacaan b uku p uisi Dukkha karya Beatrix Yunarti Manehat . Membaca puisi-puisi Beatrix dalam Dukkha adalah pengalaman yang menyerupai menyimak bisikan hati seseorang yang sedang belajar mencinta dan memahami luka dalam diam. Tak banyak orang mampu menulis dengan kejujuran serentan ini, apalagi dari seorang yang kita kenal selama ini bergulat di ruang-ruang akademik yang disiplin dan struktural. Namun justru di sinilah kejutannya: Beatrix menulis puisi dengan kerendahan hati yang langka dan kelembutan yang tidak dibuat-buat. Di balik kete raturannya dalam ranah akademik, Beatrix ternyata menyimpan ruang yang begitu peka dan reflektif— terasa abstrak tetapi bisa kita rasakan. Ia memiliki sisi penyair yang tak hanya mampu menangkap perasaan, tetapi juga menyajikannya dalam bentuk narasi yang dekat, tulus, dan penuh empati. Puisinya tidak dibuat untuk tampil mencolok atau memikat lewat metafora kompleks—melainkan hadir seperti teman lam...

[Ulasan Serial] Berlin and The Lady with an Ermine: Perampokan yang Terlalu Mudah dan Kisah Cinta yang Terlampau Riuh

Image
Skor: 8/10 Setelah musim pertamanya yang bagi saya terasa naik-turun, Berlin and The Lady with an Ermine (2026) berhasil tampil lebih meyakinkan. Serial ini mengikuti Berlin dan Damián yang kembali mengumpulkan kru mereka di Seville untuk menjalankan sebuah rencana besar. Di permukaan, target mereka adalah lukisan The Lady with an Ermine karya Leonardo da Vinci. Namun di balik itu, mereka sebenarnya ingin memberi pelajaran kepada Duke dan Duchess of Málaga yang pernah memeras Berlin. Dibandingkan serial Berlin (2023), musim ini terasa lebih matang. Karakter-karakternya berhasil membangun simpati penonton dengan lebih baik. Hubungan antartokoh yang menjadi plot sampingan juga mendapat porsi yang pas sehingga emosinya terasa lebih dalam dan membuat saya lebih terlibat dengan perjalanan mereka. Sayangnya, masalah yang sama masih muncul. Semua terasa terlalu mudah. Istana sebesar itu tampak dijaga seadanya dan sering kali terasa begitu sepi sehingga sulit dipercaya menjadi target yang san...

[Ulasan Film] Over the Hedge: Ajakan untuk Hidup Berdampingan dengan Alam

Image
Skor: 8/10 Dua puluh tahun lalu film ini pertama kali tayang, dan baru sekarang saya berkesempatan menontonnya melalui Netflix. Menariknya, meskipun sudah berusia dua dekade, tema yang diangkat Over the Hedge masih terasa relevan hingga hari ini. Film animasi ini mengisahkan sekelompok hewan hutan yang berusaha bertahan hidup setelah sebagian besar habitat mereka dibabat habis oleh manusia dan diubah menjadi kawasan perumahan elit. Dari sudut pandang para hewan, penonton diajak melihat bagaimana pembangunan yang dilakukan manusia sering kali mengabaikan makhluk lain yang juga bergantung pada alam untuk hidup. Salah satu hal yang membuat film ini menarik adalah keberhasilannya menceritakan persoalan lingkungan tanpa terasa menggurui. Isu serius tentang hilangnya habitat satwa dikemas melalui komedi yang ringan, petualangan yang seru, dan berbagai intrik yang melibatkan para karakter hewan. Akibatnya, pesan yang ingin disampaikan terasa lebih mudah diterima oleh penonton dari berbagai u...

[Ulasan Serial] The Wonderfools: Apa Jadinya Jika Tiga Orang Plenger Memiliki Kekuatan Super?

Image
Skor: 8,5/10  Tiga warga biasa yang sangat plenger, tiba-tiba karena suatu kejadian mendapatkan kemampuan superhero yang sangat di luar nurul. Apa yang akan terjadi setelahnya? Berlatar tahun 1999 menjelang tahun baru milenium aka tahun 2000, masyarakat di Korea Selatan dihebohkan oleh isu akan terjadinya kiamat alias hari akhir. Para penganut sekte "Gereja Keabadian" mengajak orang-orang untuk bergabung agar selamat dari hari kiamat. Padahal organisasi rahasia ini adalah organisasi jahat yang menggunakan kedok gereja untuk melakukan eksperimen ilegal demi memburu darah dan jantung "Anak Keabadian" Wunderkinder yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan memberikan kehidupan kekal. Serial komedi aksi ini dibintangi oleh Park Eun-Bin dan Cha Eun-Woo dan aktor kelas wahid lainnya. Saking bagus dan meyakinkan dan plengernya Park Eun-bin memerankan karakter Eun Chae-ni, barulah di episode akhir saya ngeh kalau dia ternyata yang memerankan karakter pengacara au...

[Ulasan Film] Goat: Animasi Segar dan Upaya Mengejar Mimpi

Image
Skor: 8,5/10 Animasi yang segar secara visual. Menawarkan cerita dengan formula standar: from zero to hero. Namun tetap seru diikuti karena "goat" di sini dibuat bermakna ganda sebab mengisahkan seekor kambing yang bercita-cita ingin menjadi atlet basket terbaik di wilayahnya. Pesan "dream big" yang terus diulang-ulang tampak menyenangkan sekali dan memberikan afirmasi positif sepanjang film. Sebagai orang yang tidak paham tentang olahraga basket menonton ini tetap mendapatkan keseruannya; ada jokes yang komikal di sisi lain berhasil menyentuh karena sejak awal Will Harris si kambing itu digambarkan bagaimana hubungan dengan ibunya yang begitu hangat. Sayangnya, cara ia mencapai sesuatu terasa sangat mudah. Sebab, dibanding para atlet yang lain, Will malah direkrut jadi atlet profesional hanya karena dia viral mendapatkan poin melawan atlet profesional dari tim lain walaupun dia tetap kalah tapi potongan videonya saja yang viral. Cilegon, 26 Mei 2026

[Ulasan Film] Modual Nekad: Film yang Beneran Nekad

Image
Skor: 6/10 Film yang beneran nekad. Film pertamanya nggak laku-laku amat tapi tetep bikin sekuelnya. Imam Darto sebagai writer-director sebetulnya punya track record bikin cerita bagus. Dia menulis skenario film Pretty Boys (2019) dan Selesai (2021) dengan cukup apik. Bedanya, kali ini ia duduk sebagai seorang Sutradarto juga. Film keduanya ini melanjutkan cerita tentang tiga saudara yang mencari uang agar lepas dari utang dan kebutuhan hidup sehari-harinya dengan cara melakukan tindakan kriminal dan penuh resiko. Premisnya cukup menjanjikan andai dia bisa fokus ke satu plot utama saja. Sayangnya tidak. Cerita yang ditulisnya cukup lemah di banyak aspek. Bahkan, saya yang termasuk menyukai tipe dry comedy khas Darto, di film ini beneran garing banget komedinya. Hernawan Yoga dan David Nurbianto yang duduk di kursi konsultan komedi. Saran saya Darto mesti mencoba mencari comcon yang lain. Awwe jaminan ngakak-kocak karena dia yang ada di balik suksesnya Agak Laen. Padahal, Modal Nekad pu...