Posts

[Ulasan Film] Swapped: Melihat Dunia dari Tubuh yang Berbeda

Image
Skor: 8,5/10. Swapped adalah film animasi komedi-petualangan Amerika tahun 2026 yang disutradarai oleh Nathan Greno dan diproduksi oleh Skydance Animation untuk Netflix. Film ini menampilkan jajaran pengisi suara seperti Michael B. Jordan, Juno Temple, Tracy Morgan, Cedric the Entertainer, dan Justina Machado. Film ini dirilis pada 1 Mei 2026 di Netflix serta beberapa bioskop terpilih. Film ini berkisah tentang Ollie, seekor tikus hutan kecil (Pookoo) yang penuh rasa ingin tahu sejak kecil. Rasa penasarannya sering membawanya pada situasi yang tidak terduga—termasuk saat ia mencoba berbuat baik kepada Ivy, seekor burung dengan bulu menyerupai dedaunan (Javan). Namun, niat baik itu justru dianggap sebagai kesalahan oleh keluarganya, dan menjadi awal dari petualangan yang jauh lebih besar. Sebuah peristiwa ajaib membuat Ollie dan Ivy bertukar tubuh. Dari sinilah cerita berkembang menjadi petualangan liar yang memaksa keduanya memahami sudut pandang satu sama lain—secara harfiah. Konsep “...

[Ulasan Film] The Truman Show: Ketika Realitas Tak Lagi Milik Sendiri

Image
Skor: 8/10. Saya baru saja menonton The Truman Show garapan Peter Weir dan ditulis oleh Andrew Niccol. Agak terlambat memang, mengingat film ini tayang pada 1998, tetapi barangkali justru karena datang terlambat saya bisa menontonnya dengan rasa ingin tahu yang lebih utuh. Selama ini saya sering mendengar film ini disebut dalam daftar film favorit banyak sineas, bahkan kerap dianggap sebagai salah satu film terbaik yang pernah dibuat. Setelah menontonnya, saya mulai mengerti mengapa. Untuk ukuran zamannya, gagasan tentang seorang manusia yang seluruh hidupnya dijadikan tontonan tanpa pernah ia sadari terasa sangat mencengangkan. Di tahun ketika televisi masih menjadi pusat perhatian banyak orang, ide semacam ini pasti terasa sangat mindblowing. Menariknya, saat menonton film ini saya justru teringat pada Trilogi Soekram karya Sapardi Djoko Damono, ketika tokoh fiksinya mulai melawan penulisnya sendiri dan keluar dari batas cerita. Ada semacam kegelisahan yang sama tentang siapa yang se...

[Ulasan Film] Anaconda: Saat Sinefil Berkumpul dan Me-remake Film Versinya Sendiri

Image
Image by heavenofhorror.com Skor: 7/10.   Film pertamanya tayang tahun 1997, dan seringkali diputar di bioskop Trans TV. Ingat film ini bikin inget masa kecil di mana banyak sekali film-film seru yang saya saksikan di televisi. Anaconda sendiri jadi film yang bikin traumatis dan bikin suudzon tiap kali ngojay di curug. Bawaannya curiga mulu kalau di bawah airnya ada ular raksasa kayak anaconda.   Setelah sekian lama menghindari menonton film setipe ini, akhirnya saya iseng nonton Anaconda (2025) yang konon remake versi Spiritual sequel dari Anaconda tahun 1997. Film ini menceritakan tentang empat sahabat sejak kecil yang begitu mencintai film aka sinefil. Salah satu film yang mereka sukai adalah Anaconda. Kenapa spesifik tahun 1997 karena di filmnya akan bermunculan cameonya seperti Jenifer Lopez dan Ice Cube yang jujur bikin rata teriak sih pas nontonnya, karena kemunculannya dibikin sedemikian dramatis. Boleh dibilang, film bergenre komedi ini bermain di wilayah metafiksi, j...

[Ulasan Film] Interstellar: Beri Pengalaman Lain Saat Ditonton Ulang

Image
Image by displate.com Skor: 9/10. Setelah sekian lama, akhirnya semalem nonton ulang Interstellar (2014) karena besoknya mau nonton Project Hail Mary, sebagai perbandingan dengan tema dan gagasan serupa. Tapi entah kenapa, feeling nonton Interstellar semalem nggak kayak pas awal nonton film ini. Nggak excited dan nggak berasa se-wah dulu. Mungkin ini pertanda bagus karena artinya banyak film bertema sama setelahnya yang sudah saya tonton dan lebih baik darinya. Mungkin tidak terkejut lagi karena sudah tahu endingnya walaupun sebenarnya di pengalaman nonton film lain yang sudah pernah saya saksikan dan ditonton ulang kejutannya tetap berasa. Saya malah jadi bertanya-tanya kenapa muncul dugaan kalau Cooper di saat terjebak dalam worm hole dia sudah tidak (Matthew McConaughey) sadarkan diri dan apa yang terjadi dengan dirinya yang memberi kode lewat kamar anaknya adalah hanya halusinasinya menjelang kematian hingga film berakhir.  Ini hanya teori saja sih, karena setelah saya mencari ...

[Ulasan Serial] Luka, Makan, Cinta: Ketika Luka Meracik Rasa Menjadi Cinta

Image
Image by Netflix.com Skor: 8/10. Netflix kembali merilis original series Indonesia tahun ini lewat Luka, Makan, Cinta (Made with Love), yang mengisahkan seorang koki muda ambisius bernama Luka Amanda (Mawar Eva de Jongh), anak pemilik restoran ternama di Bali bernama Umah Rasa. Luka berusaha mendapatkan kepercayaan dari ibunya, Chef Sari (Sha Ine Febriyanti), agar diangkat menjadi head chef demi meraih Craft Star. Namun harapan itu pupus ketika posisi tersebut justru diberikan kepada Dennis (Deva Mahenra), seorang koki yang lebih berpengalaman. Sepanjang cerita, Luka menjadi sosok yang terus bergulat dengan ambisi dan keraguannya sendiri. Ia mencurahkan kegelisahannya tentang karier kepada sahabatnya, Gita (Asmara Abigail), dan kekasihnya, Valdo (Adipati Dolken). Konflik semakin berkembang dengan hadirnya Pak Hasnan, pemilik restoran pesaing Chateau de Sanur, yang tampak ingin menjegal kesuksesan Umah Rasa. Barangkali masih bisa dihitung dengan jari jumlah film atau serial Indonesia ya...

[Ulasan Film] Saat Manusia Berteman dengan Alien: Jantung Sebenarnya Film "Project Hail Mary"

Image
Skor: 7 ,5/10 Film ini mengisahkan Ryland Grace (Ryan Gosling), satu-satunya penyintas dalam misi luar angkasa putus asa untuk menyelamatkan Bumi dari kepunahan akibat mikroorganisme “astrophage” yang meredupkan Matahari. Terbangun dalam kondisi amnesia, Grace perlahan harus merangkai ulang ingatan, misinya, dan pada akhirnya, alasan kenapa ia ada di sana. Film ini diadaptasi dari novel karya Andy Weir dan disutradarai oleh duo Phil Lord dan Christopher Miller. Yang menarik, film dengan konsep sains berat ini justru tidak tampil dingin dan rumit. Ia dibungkus dengan humor yang terasa ringan, bahkan kadang absurd, terutama lewat dinamika persahabatan antara Grace dan makhluk asing bernama Rocky. Di titik ini, film seperti bergeser dari sekadar cerita penyelamatan umat manusia menjadi cerita tentang dua makhluk yang sama-sama asing, tapi saling memahami. Namun perjalanan menuju titik itu tidak sepenuhnya mulus. Babak awal terasa cukup berat, bukan karena kompleksitas sainsnya saja, tapi ...

[Ulasan Film] Na Willa: Slice of Life, Magis, dan Catatan Kecil untuk Film Anak-Anak

Image
Skor: 8,5/10 Ada film yang terasa seperti cerita besar, penuh ledakan, konflik, dan kejutan. Tapi ada juga film yang dinarasikan secara perlahan, seperti seseorang duduk di samping kita, lalu bercerita tentang hal-hal sederhana, yang justru diam-diam membekas. Film Na Willa ada di kategori kedua itu. Di tangan Ryan Adriandhy, film ini terasa seperti surat cinta untuk masa kecil yang jujur, polos, dan kadang lebih dalam dari yang kita kira. Diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo, film ini mengikuti keseharian Na Willa (Luisa Adreena), anak 6 tahun yang hidup di Surabaya tahun 1960-an. Dunia Willa bukan tentang petualangan besar, tapi gang kecil, teman-teman, dan rasa penasaran yang nggak ada habisnya. Dan jujur, banyak momen kecil yang bikin kita senyum sendiri karena terasa dekat. Fase awal belajar baca, misalnya—semua tulisan di jalan dieja satu-satu. Dunia seperti papan besar yang harus diterjemahkan. Atau hal-hal yang serba pertama di usia segitu: pertama sekolah, pertama punya t...

[Ulasan Film] Tunggu Aku Sukses Nanti: Mengurai Luka Kelu(h)arga

Image
Skor: 8,5/10 Film keluarga sering terasa sederhana di permukaan, tetapi menyimpan lapisan emosi yang dekat dengan pengalaman banyak orang. Itulah yang saya rasakan saat menonton Tunggu Aku Sukses Nanti. Film ini bukan sekadar cerita tentang kesuksesan, melainkan tentang harga diri, ekspektasi keluarga, dan tekanan sosial yang sering muncul justru di ruang yang seharusnya paling aman: keluarga sendiri. Film ini bercerita tentang Arga (Ardit Erwandha), seorang pemuda yang sudah tiga tahun menganggur. Menjelang usia dewasa, ia memiliki satu ambi si: ingin membuktikan kepada keluarga besarnya bahwa ia juga bisa sukses seperti saudara-saudaranya. Dalam situasi seperti itu, Arga berada dalam posisi yang oleh film ini diplesetkan sebagai “burger generation”, sebuah permainan kata dari istilah Sandwich Generation. Namun secara konsep, istilah ini sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Dalam kajian sosial, sandwich generation biasanya merujuk pada individu usia produktif yang terjepit di anta...

[Catatan] Panggilan Sinema: Dari Rumah Dunia dan Komunitas Bahasa Jawa Serang untuk Yuni

Image
Kalau tak salah ingat, panggilan telepon itu masuk saat siang hari, ketika saya memutuskan untuk merebahkan diri sebentar di sofa lapuk di rumah orang tua saya. Saya tak segera menerima teleponnya karena saya tipe orang yang tidak begitu senang berbicara lewat telepon. Tetapi, kali ini lain. Sebuah panggilan istimewa dari Mang Qizink La Aziva, seorang jurnalis dan pendiri Komunitas Bahasa Jawa Serang. Saya tak bisa menolaknya karena biasanya kalau panggilan dari beliau pertanda ada hal penting yang tidak bisa disampaikan lewat pesan teks. “De, kisuk ming Rumah Dunia, ya. Bantoni suting film.” (De, besok ke Rumah Dunia, ya. Bantu-bantu syuting film). Kurang lebih begitu ucapnya dalam bahasa daerah Jawa Banten atau kami lebih sering menyebutnya Jaseng (Jawa Serang). Sejak seminggu sebelumnya, di komunitas menulis kami, Rumah Dunia─yang didirikan salah satunya oleh Gol A Gong seorang sastrawan ternama dan Duta Baca Indonesia─sedang ramai sekali persiapan casting.  Mulanya saya mengi...

[Ulasan Film] Belajar Mendengar Suara Alam Lewat Film "Hoppers"

Image
  Skor: 8,5/10 Seperti kebanyakan film dari Pixar Animation Studios dan Walt Disney Pictures, Hoppers langsung dibuka dengan cara yang sangat memikat. Beberapa menit pertamanya terasa hangat sekaligus menarik perhatian, membuat kita cepat terhubung dengan karakter utamanya, Mabel Tanaka (Piper Curda). Mabel digambarkan sebagai anak yang punya kedekatan emosional dengan neneknya—sebuah relasi kecil yang justru menjadi fondasi penting bagi keseluruhan cerita. Perkenalan karakter Mabel sejak kecil hingga beranjak dewasa pada usia 19 tahun terasa mulus. Transisinya tidak terasa dipaksakan; justru perlahan kita diajak memahami bagaimana kecintaannya terhadap hewan dan alam tumbuh dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh sang nenek. Ada beberapa kalimat yang sering diulang sepanjang film, tetapi yang paling membekas adalah nasihat sederhana dari neneknya: “It's hard to be mad when you feel like you're part of something big.” Kalimat itu terasa seperti benang merah emosional yang terus...