[Catatan] Tanggapan Hilmi Faiq, Redaktur Sastra Kompas atas Kumcer "Perangkap Pikiran Beni Kahar" Karya Ade Ubaidil
Buku karya Ade Ubaidil ini berisi banyak cerpen menarik. Salah satunya tentu saja Perangkap Pikiran Beni Kahar yang kemudian dia jadikan judul buku kumpulan cerpen ini. Tapi tulisan saya ini akan mengupas tiga cerpen lain yakni, Perempuan Tua di Jembatan Sungai ÅŒta , Pertanda , dan Tidak Ada Gereja di Kota Ini. Ketiga cerpen tersebut menawarkan ragam pengalaman membaca yang kuat secara emosional, relevan secara tematik, dan solid dari segi struktur. Masing-masing memiliki ciri khas tersendiri, namun tetap memegang prinsip-prinsip dasar penulisan cerpen yang baik di era sekarang: cerita yang kuat, karakter yang hidup, dan keberanian mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan kontemporer. Cerpen Perempuan Tua di Jembatan Sungai ÅŒta mengisahkan tentang Tatsuo dan adiknya, Misae, dalam latar waktu menjelang peristiwa bom Hiroshima. Awalnya, cerpen ini seperti dongeng realistis tentang kasih sayang kakak-adik dan hubungan manusia dengan binatang (seekor panda bern...