[Ulasan Film] Kokuho: Kabuki, Ambisi, dan Perjuangan Hidup yang Mengorbankan Segalanya
![]() |
| Image by imax.com |
Setiap kali kelar nonton film tentang seniman yang gigih meraih cita-cita dan impiannya, dada ini rasanya sesak. Tidak bisa tidak untuk membayangkan bahwa tokoh utama di film itu adalah saya, dan memang inilah dunia yang harus dijalani dan layak diperjuangkan—sampai mati. Hingga hari ini perasaan itu masih belum berubah.
Kokuho adalah film drama epik Jepang tentang perjalanan hidup Kikuo, anak Yakuza yang yatim piatu dan dididik menjadi aktor teater Kabuki legendaris. Selama 50 tahun, ia bersaing dengan Shunsuke, putra angkat gurunya, dalam intrik seni, tradisi, dan pengkhianatan demi mencapai gelar tertinggi "Kokuho" yang bermakna Harta Karun Nasional.Film berdurasi hampir 3 jam ini sepertinya akan lebih baik jika dijadikan serial seperti "Bule Eye Samurai" atau "Shogun" yang mengisahkan tentang seni dan budaya Jepang. Alasannya jelas, karena film Kokuho terlalu banyak bagian yang dipersingkat, bahkan di durasi sepanjang itu. Sebab, menurut saya banyak sesuatu yang mestinya bisa lebih digali lagi kisahnya semisal motivasi Kikuo kenapa ingin menjadi Kabuki padahal ia anak seorang Yakuza yang ditakuti dan disegani di seantero Jepang.
Production designnya patut diacungi jempol. Film ini tidak main-main dan berhasil menjelaskan setiap detail dari kesenian Kabuki ini. Rasa getir, kesedihan, kebahagiaan yang ditampakkan oleh setiap aktornya wajib diberi tepuk tangan dan rasa hormat setinggi-tingginya. Terlihat sekali betapa tulus dan besar dedikasi mereka membawakan perannya. Sebagai penonton dari luar Jepang saja sekagum ini, bagaimana dengan orang Jepangnya sendiri, ya, pasti mendapatkan lapisan emosi yang lebih dalam.
Alurnya memang terasa lambat dan mudah memantik rasa bosan, apalagi yang terbiasa menonton film dengan aksi karakter yang besar. Tapi tampaknya, film ini akan disukai mereka yang senang sejarah, mendengarkan dialog, dan seni teater.
Setiap gerak karakter jelas motivasinya, bahkan ketika Kikuo menyingkirkan Shunsuke dari pilihan ayahnya. Bukan karena disengaja, Kikuo sebetulnya saking fokusnya dengan kesenian ini hingga dia betul-betul menyerahkan hidupnya untuk Kabuki dan membuat Konjiro kagum.
Cilegon, 24 Februari 2026



Comments
Post a Comment