[Ulasan Film] Interstellar: Beri Pengalaman Lain Saat Ditonton Ulang

Image by displate.com

Skor: 9/10.

Setelah sekian lama, akhirnya semalem nonton ulang Interstellar (2014) karena besoknya mau nonton Project Hail Mary, sebagai perbandingan dengan tema dan gagasan serupa. Tapi entah kenapa, feeling nonton Interstellar semalem nggak kayak pas awal nonton film ini. Nggak excited dan nggak berasa se-wah dulu.

Mungkin ini pertanda bagus karena artinya banyak film bertema sama setelahnya yang sudah saya tonton dan lebih baik darinya. Mungkin tidak terkejut lagi karena sudah tahu endingnya walaupun sebenarnya di pengalaman nonton film lain yang sudah pernah saya saksikan dan ditonton ulang kejutannya tetap berasa.

Saya malah jadi bertanya-tanya kenapa muncul dugaan kalau Cooper di saat terjebak dalam worm hole dia sudah tidak (Matthew McConaughey) sadarkan diri dan apa yang terjadi dengan dirinya yang memberi kode lewat kamar anaknya adalah hanya halusinasinya menjelang kematian hingga film berakhir. 

Ini hanya teori saja sih, karena setelah saya mencari ulasan film ini dugaan itu bisa dibantah—meskipun akan memunculkan tafsir berikutnya.

Nah, konon Project Hail Mary lebih ringan alias versi lite dari Interstellar. Saya tidak muluk-muluk, sih. Paling tidak semoga lebih baik dari Mickey 17 (2025) atau Gravity (2013), karena Interstellar masih berada di top tier-nya untuk film bertema sci-fi yang pernah saya tonton.

Cilegon, 09 April 2026

Comments

Popular posts from this blog

Kreativitas Dalam Dunia Penipuan: Pengalaman Pahit Awal Melamar Pekerjaan Melalui Job Fair

[Ulasan Film] Migration: Upaya Keluar dari Zona Nyaman dan Meraih Impian

TRICK INTERNET GRATIS SEMUA OPERATOR

Aku Tahu Kau akan Pergi (9 Puisi tentang Pertemuan dan Perpisahan)

REFRESHING OTAK KE PULAU EMPAT, KARANGANTU, SERANG-BANTEN

[Ulasan Serial] Berlin and The Lady with an Ermine: Perampokan yang Terlalu Mudah dan Kisah Cinta yang Terlampau Riuh

Dermaga Clondspenz (Inilah Koran, 27 September 2015)

[RESENSI] NOVEL: HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (GPU, 2015)

Tetap Maju dan Selalu di Tunggu

[Ulasan Film] Mengurai Trauma Somatis dan Fatherless Issue dalam "Sore: Istri dari Masa Depan"