[Ulasan Serial] The Wonderfools: Apa Jadinya Jika Tiga Orang Plenger Memiliki Kekuatan Super?


Skor: 8,5/10 

Tiga warga biasa yang sangat plenger, tiba-tiba karena suatu kejadian mendapatkan kemampuan superhero yang sangat di luar nurul. Apa yang akan terjadi setelahnya?

Berlatar tahun 1999 menjelang tahun baru milenium aka tahun 2000, masyarakat di Korea Selatan dihebohkan oleh isu akan terjadinya kiamat alias hari akhir. Para penganut sekte "Gereja Keabadian" mengajak orang-orang untuk bergabung agar selamat dari hari kiamat. Padahal organisasi rahasia ini adalah organisasi jahat yang menggunakan kedok gereja untuk melakukan eksperimen ilegal demi memburu darah dan jantung "Anak Keabadian" Wunderkinder yang dipercaya dapat menyembuhkan segala penyakit dan memberikan kehidupan kekal.

Serial komedi aksi ini dibintangi oleh Park Eun-Bin dan Cha Eun-Woo dan aktor kelas wahid lainnya. Saking bagus dan meyakinkan dan plengernya Park Eun-bin memerankan karakter Eun Chae-ni, barulah di episode akhir saya ngeh kalau dia ternyata yang memerankan karakter pengacara autis di serial Extraordinary Attorney Woo (2022). Gila, sih, karakter yang dia perankan selalu unik-unik dan bisa dieksekusi dengan baik dan meyakinkan. Ditambah assemble karakter yang tak kalah plengernya, Im Seong-jae dan Choi Dae-hoon.

Di episode awal, dengan rata-rata durasi setiap episodenya satu jam lebih dari total 8 episode, memang akan terasa lambat karena sedang memperkenalkan karakternya satu per satu. Tapi memasuki episode dua dan seterusnya percayalah ini film ngakak-kocak-plenger banget. Jokesnya bisa sangat patah dan kadang gaya srimulat banget tetapi tetap lucu dan bikin haru. Bergenre sains fiction berbalut komedi ini benar-benar mengingatkan saya dengan serial Stranger Things walaupun dalam versi yang lebih lite, karena tidak terlalu fokus menjelaskan soal teori ilmiahnya.

Series yang wajib kamu tonton kalau lagi butuh hiburan dan hahahihi setelah seharian bekerja atau sedang butuh tontonan ringan yang segar dan sedikit meninggalkan perasaan haru.

Cilegon, 29 Mei 2026

Comments

Popular posts from this blog

Aku Tahu Kau akan Pergi (9 Puisi tentang Pertemuan dan Perpisahan)

[Self-Depression] Semua Tentang Waktu

[Catatan] Menjawab Pertanyaan tentang Film Yuni dan Proses Novelisasinya

Kreativitas Dalam Dunia Penipuan: Pengalaman Pahit Awal Melamar Pekerjaan Melalui Job Fair

[Ulasan Film] Mengurai Trauma Somatik dan Fatherless Issue dalam "Sore: Istri dari Masa Depan"

[Catatan] Tanggapan Hilmi Faiq, Redaktur Sastra Kompas atas Kumcer "Perangkap Pikiran Beni Kahar" Karya Ade Ubaidil

Lake Maning Bocah ( 4 Puisi Bahasa Jawa Banten)

[Catatan] Perjumpaan Awal dengan Gol A Gong dan Hal-Hal Terkait Kepenulisan

[Ulasan Film] Muhammad: The Messenger of God

[Ulasan Film] Anaconda: Saat Sinefil Berkumpul dan Me-remake Film Versinya Sendiri