[Ulasan Film] Migration: Upaya Keluar dari Zona Nyaman dan Meraih Impian

Official poster by Illumination

Score: 8/10.


Sejak trailernya pertama kali ditayangkan, saya langsung penasaran ingin menonton animasi produksi Illumination ini. Sore tadi, saya baru selesai menontonnya. Tidak mengecewakan, tetapi tidak begitu memuaskan juga. 


Migration bercerita tentang proses migrasi keluarga bebek jenis Mallard dari New England, ke daerah tropis Jamaika. Keluarga tersebut terdiri dari kepala keluarga bernama Mack Mallard, istri Pam, dan anak jantan Dax, serta bungsu betina Gwen. 


Saat keluarga Mallard bermigrasi ke Selatan untuk menghindari musim dingin, rencana mereka yang telah disusun dengan baik, ternyata menjadi kacau. Pengalaman itu menginspirasi untuk memperluas wawasan mereka, membuka diri terhadap teman-teman baru, dan mencapai lebih dari yang mereka bayangkan.


Banyak hal-hal di luar dugaan mereka yang terjadi. Termasuk petualangan menegangkan ketika dikejar oleh koki bengis. 


Plotnya sejak awal jelas dan tujuan keluarga Mallard terjaga hingga akhirnya berhasil sampai ke Jamaika. Porsi komedinya cukup berimbang, hanya saja konfliknya kurang greget.


Alasan ayahnya begitu protektif kepada anak-anaknya kurang digali sebagai motivasi jalannya cerita. Saya membayangkan ayahnya memiliki trauma tentang bermigrasi—seperti ketakutan yang dialami ayah di film Moana, misalnya. 


Saya curiga film ini ditulis oleh seorang vegetarian, terlihat dari cara mereka menggambarkan betapa kejamnya manusia yang suka memakan daging hewan.


Upaya pembebasan burung-burung pun memberi kesan dan pesan yang kuat bahwa hewan liar sudah sepantasnya kembali ke habitatnya. Kita akan dibuat merasa bersalah jika memiliki peliharaan di rumah. 


Film ini mengajak kita untuk "terbang" bebas dan keluar dari kekangan hidup atau sesuatu yang kita anggap sebagai zona nyaman selama ini. Kita ditantang untuk mengejar impian kita meskipun terkesan mustahil. 


Selain itu, pesan tentang pentingnya keluarga sangat jelas sejak awal adegan. Barangkali nilai ini yang dijadikan menu utama filmnya, sehingga cocok ditonton sekeluarga. Selamat berlibur! 


Cilegon, 27 Desember 2023

Comments

  1. This review provides a thoughtful perspective on Migration, highlighting not only the entertaining adventure of the Mallard family but also the deeper message about stepping out of one’s comfort zone to pursue bigger dreams. The emphasis on family values and openness to new experiences makes the film feel meaningful beyond its comedic elements. A concise and insightful reflection on how animated films can carry inspiring life lessons.
    luxury holiday dubai
    business backpack women

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Ulasan Film] Muhammad: The Messenger of God

[Ulasan Film] Mengurai Trauma Somatik dan Fatherless Issue dalam "Sore: Istri dari Masa Depan"

TRICK INTERNET GRATIS SEMUA OPERATOR

Lake Maning Bocah ( 4 Puisi Bahasa Jawa Banten)

[REVIEW FILM] The Words: Buku, Penulis dan Skandal-skandal

[Ulasan Film] Kokuho: Kabuki, Ambisi, dan Perjuangan Hidup yang Mengorbankan Segalanya

Aku Tahu Kau akan Pergi (9 Puisi tentang Pertemuan dan Perpisahan)

[Cerpen] Bagaimana Jika Aku Mati Hari Ini? (Majalah Pusat, Edisi 30/2025)

[Ulasan Film] Gadis Kretek: Kisah Cinta Menyesakkan Dada dan Sejarah Kelam yang Menyengsarakan

[Catatan] Menjadi Manusia Utuh di Tengah Teknologi yang Kian Riuh