[Ulasan Film] Modual Nekad: Film yang Beneran Nekad

Skor: 6/10

Film yang beneran nekad. Film pertamanya nggak laku-laku amat tapi tetep bikin sekuelnya. Imam Darto sebagai writer-director sebetulnya punya track record bikin cerita bagus. Dia menulis skenario film Pretty Boys (2019) dan Selesai (2021) dengan cukup apik. Bedanya, kali ini ia duduk sebagai seorang Sutradarto juga.

Film keduanya ini melanjutkan cerita tentang tiga saudara yang mencari uang agar lepas dari utang dan kebutuhan hidup sehari-harinya dengan cara melakukan tindakan kriminal dan penuh resiko. Premisnya cukup menjanjikan andai dia bisa fokus ke satu plot utama saja. Sayangnya tidak.

Cerita yang ditulisnya cukup lemah di banyak aspek. Bahkan, saya yang termasuk menyukai tipe dry comedy khas Darto, di film ini beneran garing banget komedinya. Hernawan Yoga dan David Nurbianto yang duduk di kursi konsultan komedi. Saran saya Darto mesti mencoba mencari comcon yang lain. Awwe jaminan ngakak-kocak karena dia yang ada di balik suksesnya Agak Laen.

Padahal, Modal Nekad punya deretan assembly actor yang berbakat dan bisa membawakan cerita yang pas-pasan ini dengan sangat meyakinkan, tapi karena lemahnya cerita tetap saja tidak bisa tertolong. Bahkan Modal Nekad pertama masih lebih baik secara cerita dan komedinya.

Saya percaya Darto masih bisa bikin film lebih baik dari ini. Setelah drama komedi dan drama keluarga, tahun ini dia menulis dan menyutradarai film komedi horor berjudul "Gudang Merica" yang bakal tayang 21 Mei 2026 besok. Saya masih berharap lebih kepadanya karena dia pernah nulis film bagus.

Cilegon, 09 Mei 2026

Comments

Popular posts from this blog

Aku Tahu Kau akan Pergi (9 Puisi tentang Pertemuan dan Perpisahan)

[Self-Depression] Semua Tentang Waktu

[Catatan] Menjawab Pertanyaan tentang Film Yuni dan Proses Novelisasinya

Kreativitas Dalam Dunia Penipuan: Pengalaman Pahit Awal Melamar Pekerjaan Melalui Job Fair

[Ulasan Film] Mengurai Trauma Somatik dan Fatherless Issue dalam "Sore: Istri dari Masa Depan"

[Catatan] Tanggapan Hilmi Faiq, Redaktur Sastra Kompas atas Kumcer "Perangkap Pikiran Beni Kahar" Karya Ade Ubaidil

Lake Maning Bocah ( 4 Puisi Bahasa Jawa Banten)

[Catatan] Perjumpaan Awal dengan Gol A Gong dan Hal-Hal Terkait Kepenulisan

[Ulasan Film] Muhammad: The Messenger of God

[Ulasan Film] Anaconda: Saat Sinefil Berkumpul dan Me-remake Film Versinya Sendiri