Posts

[Ulasan Buku] Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Keajaiban Kehidupan

Image
Judul : Keajaiban Toko Kelontong Namiya Penulis : Keigo Higashino Alih Bahasa: Faira Ammadea Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Cetakan : Pertama, 2020 Tebal : 400 halaman ISBN : 9786020648293 Score : 9/10 Saya tak menyangka bahwa hype-nya buku ini di Indonesia (dan buku-buku karya Keigo Higashino lainnya) tak hanya FOMO-FOMO belaka—walaupun baru ini bukunya yang saya baca—tetapi cerita di dalamnya memang sebagus itu. Terbit pertama kali dalam bahasa aslinya pada tahun 2012, dan baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia 8 tahun kemudian.  Telat memang, tetapi buku lawas adalah buku baru bagi mereka yang belum membacanya—saya lupa ini kutipan milik siapa.  Berkisah tentang tiga pencuri yang habis kehilangan pekerjaan, lalu bersembunyi di sebuah toko lapuk yang ternyata memiliki aliran waktu berbeda antara di luar dan dalam toko. Dari sanalah kisahnya bermula.  Kakek Namiya-san ternyata di masa lalu membuka jasa konsultasi ...

[Ulasan Film] Muhammad: The Messenger of God

Image
Score: 8,5/10. Film karya sutradara dan penulis Majid Majidi ini sempat ramai dan kontroversial di tahun 2015. Konon, mendapat sokongan dan dukungan dana dari pemerintah Iran, film ini menghabiskan biaya mencapai 300 miliar rupiah, dan masih menjadi film dengan biaya termahal di negara tersebut.  Sepanjang film saya merasa benar-benar diajak ke tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setting lokasi, rumah-rumah, Ka'bah dan Mekkah di masa itu tergambar begitu nyata di layar sinema. Permainan tata cahaya dan warna pun mendukung kekhidmatan saya dalam menyaksikan lahirnya Rasulullah.  Didampingi oleh para ahli sejarah, kisah Nabi Muhammad SAW ini ditulis dengan sangat rapi dan terasa begitu hati-hati—walaupun tetap saja menimbulkan kontroversi di sebagian kalangan organisasi muslim.  Sosok Baginda Nabi tak sekalipun ditunjukkan wajahnya, hanya kilasan cahaya, sebuah keputusan yang tepat dan bijaksana. Melihat penggambaran punggung beliau saja di beberapa scene membuat saya terhar...

[Ulasan Film] Ketika Berhenti di Sini: Cara Tokoh Menghadapi Kehilangan dan Merelakannya

Image
Official Poster by Sinemaku Pictures Score: 7/10. Dita (Prilly Latuconsina) seorang desainer grafis bertemu tak sengaja dengan Ed (Bryan Domani) seorang arsitek di sebuah toko servis elektronik. Pertemuan itu menjadi awal dari cerita ini dimulai berikut hubungan percintaan antara Dita dan Ed yang bertahan selama 4 tahun kemudian.  Romantisme yang dihadirkan Ed diawal perkenalan, bagi Dita telah jarang ia dapatkan dan ia merasa hubungannya jalan di tempat. Ed berubah, sering sulit dihubungi, sampai puncaknya mereka bertengkar hebat. Belum masalah itu selesai, Ed mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.  Kehilangan yang mendadak itu membuat Dita merasa bersalah sekaligus tak bisa merelakan kepergian kekasihnya. Singkat cerita, dua tahun kemudian dia berusaha melupakan segalanya tentang Ed, dan menjalin asmara dengan sahabat masa kecilnya, Ifan (Refal Hady).  Sialnya, ia malah dipertemukan lagi dengan pemilik toko Zulfikar yang diperankan oleh Satrya Ghozali. Ia memberikan ...

[Ulasan Film] Panduan Mempersiapkan Perpisahan: Ajak Penonton Lebih Mengenali Diri Sendiri

Image
Ofiicial poster by Visinema Pictures Score: 7,5/10 Demi (Lutesha) adalah perempuan yang tiba-tiba datang dalam kehidupan Bara (Daffa Wardhana). Akan ada 3 bagian dan epilog yang dituturkan Bara selaku narator dalam film ini. Dalam durasi 1 jam 8 menit, penonton akan dipaksa masuk bukan ke cerita keduanya, tetapi ke pengalaman pahit masing-masing. Film ini menjadi jembatan, atau lebih tepatnya, memperbaiki lagi jembatan yang sudah lama sengaja saya putus. Cerita yang personal ini, malah tak lagi memberi jarak bagi saya untuk menziarahi kenangan usang yang berhasil menunjukkan betapa bodohnya saya, pernah terjebak di posisi Bara.   Alih-alih disebut film, Panduan Mempersiapkan Perpisahan yang diangkat dari novel Eminus Dolere karya Arman Dhani ini malah seperti catatan perjalanan atau dokumenter dua anak manusia yang terbawa arus bernama “cinta”. Permainan tata cahaya dari scene ke scene menambah kengiluan di dada. Film yang setelah menontonnya akan meninggalkan nyeri dan mem...

[Ulasan Film] Imperfect The Series 2: Kocak! Kocak! Mewek!

Image
Poster film by Starvision Score: 8/10. Setelah sukses dengan film dan serial pertamanya, Imperfect Series 2 hadir lagi dengan sederet nama-nama yang di season sebelumnya sudah pernah nongol. Walaupun cerita dari ke-16 episodenya fokus ke kisah percintaan Maria (Zsazsa Utari), namun komedi situasi khas sentuhan Ernest Prakasa, yang kali ini bertindak sebagai produser, masih sangat kental. Ardit Erwandha masih dipercaya duduk di kursi comedy consultant menemani Naya Anindita sebagai sutradara sejak musim pertama. Berangkat dari film besutan Ernest, IP-nya merambah ke berbagai produk lantaran mendapatkan sambutan meriah dari penontonnya. Serial ini adalah produk spin-off karakter-karakternya yang berfokus pada kehidupan geng kosan. Satu hal yang mesti digarisbawahi, semua ini bermula dari buku yang ditulis Meira Anastasia, istri dari Ernest. Bisa terlihat, kan, betapa nasib dari sebuah buku bisa sejauh ini "menghidupi" penulisnya. (Jadi peluang kaya masih ada, nih, Dee) 🤣 ...

[Ulasan Film] The Road to Red Restaurant List: Bikin Laper dan Upaya Menjaga Masakan Tradisional

Image
Official poster by Netflix.com Score: 8,5/10. Serial ini menemani saya saat sedang makan siang atau malam. Menonton Suda (Takayuki Hamatsu) melahap setiap makanannya, membuat nafsu makan saya meningkat, walaupun menu makanannya berbeda.  Setiap Jumat malam, sepulang bekerja, Suda akan melakukan road trip sendirian dengan mobilnya keliling daerah Jepang. Setiap weekend anak tunggal dan istrinya pun pergi berdua menonton konser band idola mereka.  Menariknya, mungkin ini benar-benar terjadi di Jepang sampai hari ini, banyak orang-orang Jepang yang berkemah di dalam mobil dekat taman atau danau sekitar. Mereka seolah tidak ada kekhawatiran akan didatangi orang jahat ketika mereka terlelap. Itulah yang sering dilakukan Suda, esok paginya barulah ia berburu makanan.  Berjumlah 12 episode, kita akan dibuat ngiler dengan beraneka menu makanan yang ditemukan Suda tanpa sengaja. Ia memang tak memiliki referensi restoran yang mau dikunjungi. Dia menyerahkan semua pada instingnya. D...

[Ulasan Film] Noktah Merah Perkawinan: Komunikasi Adalah Koentji!

Image
Official poster by Rapi Films Score: 8/10. Saya menonton film ini tanpa punya referensi sinetron dengan judul serupa, masih terlalu bocah kayaknya di tahun itu, walaupun secara judul sering denger.  Saat di remake oleh sutradara Sabrina Rochelle Kalangie, saya seperti melihat film yang baru saja dengan tiga pemeran utama yang brilian.  Vibes yang dimunculkan dalam film mengingatkan saya dengan film Marriage Story (2019). Kisah keluarga yang secara ekonomi baik-baik saja tetapi tidak dalam hal keharmonisan antar pasangan. Korbannya adalah anak-anak.  Kasih sayang yang diperoleh kedua anaknya tidak utuh, dan bebannya ada di anak pertama sebab pernah melihat pertengkaran hebat kedua orang tuanya yang diujung tanduk pernikahan.  Meskipun ditutup dengan ending yang manis, saya rasa trauma yang membekas pada anak-anak Ambar (Marsha Timothy) dan Gilang (Oka Antara) masih akan terbawa sampai dewasa.  Hal yang sangat digarisbawahi dalam film ini adalah komunikasi. Dalam ...

[Ulasan Film] Autobiography: Merawat Kengerian dan Pertanyaan yang Tak Usai

Image
Official poster by Kawan-Kawan Media S core: 7/10. Setelah melanglang buana ke festival-festival film dunia, akhirnya kemarin saya berkesempatan untuk menonton film panjang pertama karya Makbul Mubarak ini di hari pertama penayangannya di bioskop.  Usai menonton saya dibuat melompong untuk beberapa saat. Entah seperti ada hal yang mengganggu tetapi saya belum tahu pasti apa itu.  Film ini menawarkan kengerian seorang pensiunan Jendral, Pak Purna (Arswendy Bening Swara) dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang menimpanya. Film ini dibuka dengan adegan ketika Rakib (Kevin Ardilova) anak si penjaga rumah, untuk pertama kalinya berjumpa dengan sang pensiunan Jendral, setelah bertahun-tahun ia tinggal di sana dengan bapaknya yang sekarang mendekam di penjara. Cerita mulai berjalan ketika Pak Purna mencalonkan diri sebagai bupati di daerahnya. Lalu ada Agus (Yusuf Mahardika) si anak petani yang menyampaikan pesan ibunya untuk tidak menggusur sawahnya demi pembangunan PLTA.  ...

[Ulasan Film] Cek Toko Sebelah 2: Porsi Komedi yang Berkurang dan Sub-Plot yang Berebut Perhatian

Image
Poster official by Starvision .  Score: 7,8/10. Salah satu hal yang mungkin paling "gila" untuk dilakukan sebagai kreator atau sineas adalah membuat sekuel dari karya terbaiknya—untuk tidak menyebutnya masterpiece. Itu pula yang dilakukan Ernest pada film Cek Toko Sebelah. Saat pertama kali penayangannya di tahun 2016, film CTS berhasil melambungkan nama Ernest Prakasa sebagai sutradara dan penulis skenario pendatang baru yang paling bersinar. Terbukti dari perolehan nominasi dan penghargaan pada ajang perfilman bergengsi tanah air yang diterimanya, satu di antaranya CTS memenangkan kategori penulis naskah skenario asli terbaik di Festival Film Indonesia tahun 2017. Tahun ini, dengan gagahnya Ernest membuat film CTS2 setelah sebelumnya berhasil dengan musikal dan series dari IP yang sama. Sebagian besar penggemar karyanya gembira, sebagian lagi ragu-ragu, dan sebagian kecilnya tidak peduli. Saya ada di gerombolan kedua.  Saya pernah dikecewakan, dan ini sering saya ulang-ulan...

[Ulasan Film] The Big 4: Aksi Gokil Para (Mantan) Pembunuh Bayaran!

Image
  Poster film by Netflix.com Score: 8,5/10. Satu lagi film action-comedy buatan Indonesia yang berada di top level. Menurut saya, film Mencuri Raden Saleh secara teknis kamera dan gambar sudah cukup oke, namun, saat menonton ini terasa betul The Big 4 garapan Timo Tjahjanto ini jauh lebih matang.  Cerita The Big 4 berpusat pada Dina (Putri Marino), detektif yang dikenal lurus dan memegang teguh prinsip sebagai anggota polisi. Suatu hari, Dina mendapati sang ayah, Petrus (Budi Ros) meninggal secara misterius. Ia berupaya mengungkap misteri kematian ayahnya dengan mengikuti petunjuk yang ditemukan. Berbagai petunjuk membawa Dina ke sebuah pulau tropis bernama Pulau Bersi.  Di sana ia berjumpa dengan keempat mantan pembunuh bayaran bernama Topan (Abimana Aryasatya) alias si pemimpin, Jenggo Si Sniper (Arie Kriting), Alpha Si Garang (Lutesha), dan Pelor si Umpan (Kristo Immanuel). Singkat cerita, mereka jadi berkawan dan bekerja sama demi mengungkap siapa pembunuh ayah Dina....