Posts

[CERPEN] JEJALON IBU (Republika, 12 Juni 2016)

Image
Cerpen, "Jejalon Ibu" dimuat Koran Republika, (12/06/16) Itu irisannya yang kesepuluh setelah aku mulai mengajaknya bicara, tetapi belum juga ada tanggapan. Kembali aku menghitung sampai ke angka duapuluh tiga, dan Ibu masih diam. Seperempat lagi menjelang irisan ke duapuluh empat jari telunjuk kiri Ibu berdarah. Aku menahan untuk tidak merengek lagi. Air muka ibu pias, dan menatapku dengan pandangan menuduh. Ada apa? Bukankah pisau itu Ibu yang pegang? Ibu masih saja bungkam. Belum mau menanggapi kecemasanku. Ia berdiri dan menggamit kain mori di atas meja. Tidak seperti biasanya, untuk hal-hal sepele dan tanggung ditinggali, ibu selalu meminta bantuanku, namun tidak kali ini. Kenapa ibu tampak marah padaku? Bukankah ini hal biasa? “Kata Pak Ishaq, besok hari terakhir melunasi tunggakannya, Bu.” Dengan hati-hati akhirnya mulutku bicara lagi. Kali ini dengan suara yang teramat rendah dan hampir tidak terdengar. Ibu berhenti mengiris-iris singkong rebusnya, ent...

[PUISI] ADALAH DIRIMU-ADE UBAIDIL (7 puisi bicara tentang rindu)

Image
image by: klik PERTEMUAN KEDUA Kita merebah lelah—dua jam meningkahi jejak yang tak lagi sama kupejamkan mata dan dunia terlipat di dalamnya; aku menyerah! Kau..., kau masih terjaga menatap keluar jendela; menelan jelaga masa silam hujan merebasi sudut pelupuk matamu, kini—bibirmu mencerecap dalam dan getar hinggap di jemarimu yang sunyi. Roda bus kembali bergerak meninggalkan halte yang berderak dari sengau musisi jalanan yang baru saja pergi dan menanti bus lainnya singgah lagi. Kita masih beradu bahu sesekali mencuri mata satu-satu sementara bisu masih merajai waktu tigapuluh enam purnama lalu; saat kugenggam jemarimu, kau mengepalnya erat—sayangnya tidak di senja ini. Kau tahu, pertemuan selalu berkawan dengan perpisahan seperti dua sisi jendela bus yang kepalamu sandari itu ia mengembalikan rupa yang sama laksana kenangan yang melekat. Dan waktu menghendaki kita bertemu kembali dengan ingatan yang sulit dijauhi. Bila ...

[PUISI] Seorang Wanita dan Buku —yang Sama Tuanya

Image
source image by: klik Barangkali Santiago tengah terduduk di jembatan kayu, di ujung pikirannya. Mengayun-ayunkan kaki bersamaan dengan bocah lelaki di sebelahnya. Ia meneguk bir kaleng sedang Manolin, bocah itu, menyesap soda yang sama dinginnya. Tenang mendengarkan kisah yang terus diulang-ulang soal singa di Afrika; sesekali diselingi perdebatan tentang tim bisbol terkuat dalam Liga Amerika. Lalu langit senjakala karang, ombak dan lompatan lumba-lumba tak lebih dari siluet para pemaki di pesisir. Buku tua yang digemari wanita tua itu—yang entah sudah bilangan ke berapa dibacanya, juga hampir dihafalnya walau beberapa tulisannya karam atas air asin —seolah menjelma lelaki dengan mata tajam-menghunjam.              “Jangan sekalipun berpikir kau pantas disebut Salao! *”              —buku itu bicara meski tiada suara. Wanita tua yang duduk di ujung sampan meremas dayung erat-mengerat ...

[ESAI] IQRA' DAN PERINGATAN ISRA MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1437 H.

Image
Gerbang pintu masuk madrasah Al-Jauharotunnaqiyyah Cibeber MARILAH MEMBACA! Akhir-akhir ini di negara Indonesia mulai mendapat banyak keresahan, semisal masuknya Agama-agama “baru”, paham agama tanpa Tuhan (atheis), issue menghalalkan pernikahan sesama jenis, saling bermusuhan antar pemeluk agama dan lain sebagainya. Bila mengerucutkan pembahasan, saya ingin bicara soal Cilegon. Sekarang di Kota Cilegon perlahan-lahan warga asing, tenaga kerja perusahaan-perusahaan besar mulai berdatangan. Tentu ini bisa dikatakan mengkhawatirkan. Bukan karena kita tidak welcome , hanya saja, pendidikan agama dan moral pribumi sendiri masih dikatakan belum kokoh. Kedatangan mereka, sekalipun tidak bermaksud membawa “misi” tertentu selain bekerja, kita tetap saja harus mawas diri. Bukan berarti mengajarkan berprasangka buruk, saya hanya mengajak pribumi Cilegon untuk bersetia mengaji, memperdalam ilmu agama sejak dini pada guru dan kesepuhan yang ahli di bidangnya dan tak lelah berbagi il...

[ESAI] FILM MARS DAN GELIAT SINEAS BANTEN (Biem.co, 03 Mei 2016)

Image
Poster FILM MARS Kemarin malam, 2 Mei 2016, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, saya mendapatkan kesempatan menghadiri  gala   premiere  film  Mars :   Mimpi Ananda Raih Semesta  di Plaza Senayan, Jakarta. Memakai pakaian sesuai  dress code  yang tertera di undangan, yakni baju batik, saya pun berangkat dari rumah dengan berpakaian batik. Tibalah di Plaza Senayan usai azan Magrib. Acara dimulai pukul 20.00 WIB. Sejak dari pintu masuk, berseliweran orang-orang yang saya temui memakai baju batik. Jadi tak begitu sulit bagi saya untuk mencari di mana posisi studio XXI yang akan menayangkan film tersebut, karena ini kali pertama saya mendapatkan undangan khusus dan berkunjung ke Plaza Senayan. Saat sudah di P3, lantai di mana film akan diputar, tampak berdesakan tamu undangan memenuhi ruangan XXI. Sebagian besar memang yang berniat hadir menonton pemutaran pertama film tersebut. Banyak sekali saya temui kawan reporter dan wartawa...

[ESAI] PLEIDOI KOTA CILEGON: MENGURAI 8 POIN TUNTUTAN HMI CABANG CILEGON (Biem.co, 27 April 2016)

Image
image by: biem.co Pagi tadi saya melihat kerumunan mahasiswa HMI cabang Cilegon sedang melakukan aksi damai tentang “Refleksi Kota Cilegon: Cilegon harus bersih dari korupsi, maksiat dan narkoba”. Salah seorang membagikan selebaran kepada setiap pengguna jalan, saya mendapatkannya juga. Inti tulisannya berisi soal tuntutan mereka—yang memosisikan diri sebagai warga Cilegon—untuk perbaikan Kota Cilegon ke depannya. Setibanya saya di tujuan, saya sempatkan diri membaca pernyataan sikap dari HMI cabang Cilegon tersebut. Saya belum  engeh  sampai saya mendongak ke pinggir-pinggir jalan yang dipenuhi foto-foto Wali Kota Cilegon tercinta, Iman Ariyadi dan wakilnya Edi Ariadi tengah berpose memakai pakaian daerah dan mengucapkan hari jadi Kota Cilegon yang ke-17. Betapa berdosanya saya, lahir dan tinggal di Cilegon tetapi lupa soal kotanya sendiri yang resmi menjadi kotamadya di tanggal 27 April 1999, yang sebelumnya masih disebut sebagai kota administratif. Soal tuntutan m...