Posts

Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014

Image
Dewan Kesenian Jakarta  kembali menyelenggarakan Sayembara Menulis Novel DKJ 2014 untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel. Melalui sayembara ini DKJ berharap lahir novel-novel terbaik dari pengarang Indonesia yang memperlihatkan kebaruan dalam bentuk dan isi.   Ketentuan Umum Peserta adalah warga negara Indonesia (dibuktikan dengan fotokopi KTP atau bukti identitas lainnya). Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun, baik sebagian maupun seluruhnya. Naskah tidak sedang diikutkan dalam sayembara serupa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik. Tema bebas. Naskah adalah karya asli, bukan saduran, bukan jiplakan (sebagian atau seluruhnya). Ketentuan Khusus Panjang karya 40.000-100.000 kata, halaman A4, spasi 1,5, huruf  Times New Roman ukuran 12. Peserta berusia antara 17-37 tahun (dibuktikan dengan fo...

[Catatan Seorang Anak]

Maaf, Aku Membenci mu, Ibu Aku paling tidak bisa berkisah tentang ibu. Entah mengapa, terkadang aku sampai pusing sendiri jika harus mengungkapkan dan mendeskripsikan ibu dengan kata-kata. Aku lahap kamus besar bahasa Indonesia yang aku beli minggu lalu, namun tak ada kata terindah yang bisa menjelaskan tentangmu, ibu. Aku benar-benar membencimu ibu. Begitu sulit menggambarkan semua kebaikanmu semenjak aku dalam rahimmu dengan diksi-diksi yang puitis. Kurasa bahkan seorang penyair pun tak menemukan itu. Jika pelangi adalah penggambaran tentang warna-warni yang menakjubkan, engkau lebih dari itu bahkan tidak sebanding dengannya. Lalu, dikala gersang mengisi siang, satu-satunya yang dinanti adalah hujan, maka engkau jauh dan sangat jauh dari jauh, hadirmu sungguh menyejukkan. Dan apabila masih ada yang berkata warna jingga ketika sore tiba itu adalah hal yang paling dinanti sekaligus dengan hadirnya sunset, maka engkau sungguh wanita yang selalu ditunggu kehadirannya dalam se...

Laut Senja (Kumcer: Air Mata Sang Garuda, AG Litera 2013)

Eloknya senja mengiringi kepenatan di hari ini. Tugas yang menumpuk seakan hilang sejenak dalam benakku. Sudah lama rasanya aku tak mengunjungi tempat bersejarah ini. Bukan tentang kotanya, tetapi tentang tempat masa kecilku bermain dengannya. Ah, tidak semestinya aku mengungkit kisah ini lagi. Aku tidak mau merubah warna jingga-nya senja, dengan warna kelabu. Aku tidak mau kehilangan saat-saat mentari melambaikan cahayanya sebelum pergi hingga berjumpa esok harinya lagi, itu pun jika aku masih diberi kesempatan untuk menghirup udara yang gratis ini oleh Tuhan. Tak seorang pun yang mampu menghalau segala kehendakNya. Sebesar apa pun penghalangnya, takkan mampu merubah kuasaNya. Seperti kepergian Gilang lima tahun silam. *** “Cepat dibuka, aku penasaran, Rio!” “Kamu dulu aja, Lang. Aku masih belum siap,” “Bareng-bareng aja bagaimana? Kamu, mau ‘kan?” Kita menghitung bersama-sama. Di sudut ruang kelas paling belakang, kita merasakan hal yang sama. Deg-degan! Dalam hitun...

[RESENSI] : AIR MATA SANG GARUDA (AG Litera, 2013)

Image
"SEBUAH PERENUNGAN ATAS JATI DIRI BANGSA YANG HAMPIR  HILANG"   Judul Buku                   : AIR MATA SANG GARUDA Kategori Buku              : Kumpulan Cerpen. Penulis                          : Ade Ubaidil Penerbit                        : Alif Gemilang Pressindo (AG Litera) ISBN                            : 978-602-7692-69-5 Tahun Terbit                 : Cetakan I Oktober 2013...

Kumpulan Cerpen Inspiratif: Jomblo Istiqomah by Ping! (Imprint Penerbit DIVA Press Group)

Image
Hihihihi covernya unyu-unyu Karya antologi pertamaku yg akan berjajar di semua toko buku Indonesia *alhamdulillah. terima kasih juga mimin Penerbit DIVA Press ^^ Oke deh, yang mau belajar n dapet pengalaman tentang para jomblo yang istiqomah, mari pesan buku ini, di dalamnya terselip karyaku lho, curhatannya aku dapet dari Muhammad Sigit Morreno Sasongko yang sekarang udah nggak jomblo lagi XD ‪#‎ dafuqqq‬ follow juga: @ade_Quadraterz =D ‪#‎ Antologi‬ ‪#‎ JombloIstiqomah‬ ‪#‎ Ping‬ ! Harga: Rp 38.000 Sinopsis: Cukup bagiku Allah. Tugasku adalah menjaga diri dari hubungan yang haram. Single, jomblo, nggak pakek pacaran, nggak pake TTM-an, dan kawan-kawannya. Sesungguhnya, kita tidak pernah sendiri, Allah selalu menemani, mendampingi kita. (@ratih_yusuf) Tuhan, aku mencintainya. Aku hanya ingin dia, aku tak ingin yang lain. Bolehkah aku memohon pada-Mu, izinkan dia yang kelak datang menemui ke dua orang tuaku, menuturkan salam penghormatan dan menghatur...

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Berlalu Lintas

Image
http://nafisahedutoys.blogspot.com/2011/01/rambu2-lalu-lintas.html Kecanggihan teknologi di abad ini sudah tidak bisa kita pungkiri lagi. Kemajuannya yang pesat bisa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebut saja telepon genggam. Perangkat mobile yang sangat praktis dan mudah dibawa kemana pun kita berada. Kegunaannya yang pertama kali muncul hanya untuk melakukan panggilan dan mengirim pesan, kini karena kecanggihan teknologi, segala macam fitur bisa menjadi satu dalam alat elektronik tersebut, seperti: kamera, pemutar musik, radio dan lainnya. Namun, kali ini saya hanya akan membahas kecanggihan teknologi yang juga merambah dalam dunia transportasi. Kendaraan pengangkut yang sudah dikenal sejak zaman purba itu sekarang sudah semakin berkembang. Mulai dari roda dua, roda empat, hingga roda enam belas. Mulai dari kendaraan transportasi darat, laut dan udara. Kecepatan lajunya pun sudah sangat berlipat-lipat lebih cepat dari pertama kali dibuat. Terlepas dari cangg...

Dari Sebuah Lembar Koran (Banten Raya, 19 April 2014)

Image
Alhamdulillahsatu kejutan lagi, cerpenku yang berjudul "Dari Sebuah Lembar Koran" dimuat di koran BANTEN RAYA kolom SASTRA & BUDAYA Hal. 07 edisi hari ini sabtu (19/04). Cerpen perdanaku yang dimuat di koran lokal :) Terima kasih juga buat teman-teman yang selalu memotivasi. Semoga ini langkah awal, dan nanti bisa tembus juga di koran nasional sekaliber [KOMPAS] Aamiin *terus berharap^^ #KadoUltah ^^   Cerpen Dari Sebuah Lembar Koran dimuat di koran Banten Raya (19/04). Matanya berkobar. Ia beranjak dari kursi tua berwarna cokelat yang berada di ruang tamu itu. Gerak kakinya seperti mengarah ke sebuah tempat. Koran yang menemaninya di siang hari itu, ia lipat lalu dibentuk sebuah gulungan. Genggaman tangan kanannya siap meluapkan emosi yang sudah tak bisa disembunyikannya lagi dari wajah berkerut dengan kumis dan rambut yang berwarna putih menyala. Buk! Buk! Buk! Buk! Ia pukulkan gulungan koran itu berkali-kali pada tubuh seseorang yang tenga...