[Cerpen] Imam Masjid (Republika, 20 Mei 2018)
ilustrasi Da’an Yahya/ Republika Dua hari kemarin seorang marbut masjid, Mang Badrun, selesai membagikan surat undangan ke beberapa warga Kampung Cibelenger. Tidak sembarang orang yang mendapatkan undangan khusus itu. Memang benar yang menulis undangannya Mang Badrun, tetapi nama-nama yang tertera dalam undangan diperoleh dari seorang tetua yang sangat disegani. Ia hanya diminta mengetikkan nama darinya, lalu mencetak dan menyebarkan undangannya sebelum malam ini tiba. Bakda isya satu per satu warga berdatangan ke masjid. Tidak menerima undangan khusus bukan berarti mereka tak boleh hadir. Kau akan tahu apa pentingnya undangan itu setelah kalimat ini. Haji Masykur sang saudagar datang paling awal di antara penerima undangan lainnya. Baju gamis dan kain sarung yang dikenakannya tampak mewah di mata warga. Ia dikenal pandai mengaji dan khatam urusan tajwid serta makhorijul huruf . Karpet berwarna hijau merah telah lebih dahulu digelar di teras oleh Mang Badrun. Haji Masy...