[Esai] 18 Tahun Banten, Mendewasalah!
image by: www.radarbanten.co.id Terlahir dan besar di Provinsi Banten tak berarti saya kebal bacok dan mampu membengkokkan besi baja dengan tangan kosong. Kemistisan dan kejawaraan di wilayah taklukan Kerajaan Cirebon (1472-1473) ini masih sangat kental. Sering kali, ketika saya sedang di luar kota, iseng bertanya pada beberapa orang, “apa yang kamu tahu tentang Banten?” hampir dari mereka menjawab sama: debus. Kesenian debus memang sangat dikenal karena memiliki daya magis dan daya tarik tersendiri. Ketika daerah-daerah lain memiliki budaya dan kesenian di daerahnya berupa seni tari dan alat musik, warga Banten dengan gagahnya datang membawa parang lalu digorok-gorokkan ke lehernya sembari berseloroh, “ saguru saelu ulah ngaganggu ” di atas pentas. Stereotip Banten sebagai “tanah jawara” masih kita dengar hingga hari ini. Bahkan, artis-artis bila sedang di acara televisi, selalu mengatakan “berguru di Banten” ketika berlagak menunjukkan kekuatan fisiknya. Apakah kita sebagai ...