[Cerpen-Esai] Merawat Pohon Demokrasi, Merawat Generasi
dok. pribadi Suatu pagi Panca pergi ke pasar tanaman. Dia memilah-milah pot, pupuk, biji-biji sayuran dan buah-buahan. Panca adalah orang yang gemar bercocok tanam. Ia menjadikannya sebagai hobi. Setelah semua sudah didapat, ia bergegas pulang, untuk segera menanam hasil belanjaannya. Bila kau lihat rumahnya, matamu akan dipenuhi beraneka tanaman hias dan pohon buah-buahan. Selain sebagai “petani”, pekerjaan atau profesi utama Panca adalah penulis lepas. Ketika sampai rumah, seorang teman satu profesinya mengirimkan info perlombaan karya tulis yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Panca mulanya tak begitu peduli. Perhatiannya masih pada tanaman hias yang baru ia beli. Ia taruh ponselnya. Lalu mulai mengambil pot kecil seukuran genggamannya, mengisinya dengan pupuk pilihan dan beberapa biji sayuran dan buah-buahan. Baru selesai di pot ke-10, ponselnya kembali berdering. Ternyata satu lagi pesan masuk dari orang yang sama. “Bro, ayo ikutan. Suda...