Di tahun 2017 Ubud Writers & Readers Festival menyeleksi 15 Penulis Emerging Indonesia untuk hadir dan tampil di panggung sastra internasional tersebut bersama penulis, pegiat, dan kreator seni terbesar dunia. Selain itu, karya-karya yang terpilih akan diterjemahkan ke bahasa Inggris dan diterbitkan dalam buku Anthology 2017. Ke-15 Penulis Emerging ini dipilih oleh tim kurasi yang terdiri dari Seno Gumira Ajidarma, Leila S. Chudori, dan Warih Wisatsana.
UWRF menghadirkan seri Kenali Penulis Emerging Indonesia 2017, di mana blogger UWRF, Putu Aruni Bayu akan melayangkan beberapa pertanyaan kepada masing-masing Penulis Emerging tersebut untuk mengenali mereka dan karya mereka lebih jauh. Minggu ini Ade Ubaidil yang berasal dari Cilegon, Banten akan berbagi cerita mengenai dirinya.
Saya lahir pada 2 April 1993 di Desa Cibeber, Kota Cilegon. Mahasiswa semester banyak di Universitas Serang Raya (UNSERA) jurusan Sistem Komputer. Saat ini sedang bergelut dengan skripsi dan kemalasannya. Dalam waktu yang berdekatan, buku terbaru saya, sebuah kumpulan cerpen, sedang dalam proses penggodokan di sebuah Penerbit berjudul, Surat yang Berbicara Tentang Masalalu, semoga lekas menetas dan dapat dibawa pada acara UWRF17 nanti.
Nama asli saya adalah Ubaidil Fithri. Kebanyakan orang selalu mengira — bila hanya mendengar dua suku kata itu tanpa berjumpa dengan saya langsung, tentu sajapemilik nama tersebut adalah perempuan. Lantaran saya anak bungsu dari 4 bersaudara maka di lingkungan keluarga saya biasa dipanggil Ade. Jadi, saat memutuskan untuk menjadi Penulis, dan bila memang perlu nama pena, maka saya pakai nama, Ade Ubaidil, itu saja. Yang kemudian menimbulkan kesalahan lainnya semisal penulisannya: Ade Ubaydil/Ade Ubaidillah/Adhe Ubaedillah, dan masih banyak lagi.
Apakah masih ingat momen di mana Anda menerima berita bahwa Anda terpilih sebagai salah satu dari 15 Penulis Emerging Indonesia 2017? Ceritakan pada kami.
Jawab:
Tentu saja saya sangat mengingatnya dan barangkali akan sulit melupakannya. Sebaris kalimat yang masih terngiang di telinga saya adalah: “Mohon jangan disebar dulu, ini masih rahasia. Tunggu sampai info resminya rilis di website Senin depan”. Mendapat kalimat itu semacam diberi sebuah rahasia besar tentang bentuk, rasa, dan warna buah Khuldi yang dimakan Nabi Adam AS di Surga berabad-abad lampau, sungguh tak sabar menunggu Senin.
Saya simpan baik-baik kabar dahsyat itu, meski jiwa manusiawi saya keluar, tetap saya kabarkan itu pada orang yang membuat saya percaya diri untuk mengirimkan karya kepada panitia UWRF tahun 2017 ini. Orang tersebut adalah Puput Palipuring Tyas yang beberapa kali menjadi volunteer di UWRF tahun-tahun sebelumnya. Bila ingin tahu detailnya perihal momen yang saya ingat saat mendapatkan kabar bahagia itu, bisa kunjungi catatan yang saya tulis khusus di blog pribadi saya.
Apa judul tulisan Anda yang terpilih? Dan apakah ada kisah di balik tulisan tersebut?
Jawab:
Judulnya Memata-matai Kerja Penulis. Di bawah judul saya menulis, “Kepada Ken Hanggara”. Ia adalah teman brainstorming satu angkatan yang lahir dari satu rahim yang sama; Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Mulanya hanya sebuah grup kepenulisan di Facebook. Ajaibnya, pendiri FAM tersebut lolos UWRF17 juga, ia adalah Bang Muhammad Subhan—dan ini akan jadi momen pertama saya bertatap langsung. Kisah di balik cerpen pilihan ini memang lumayan kompleks—juga menarik. Cerpen tersebut berkisah tentang seorang Penulis yang bisa menulis apa pun tentang sesuatu di sekitarnya. Jadi boleh dibilang, hal lain dari banyaknya kemungkinan tafsir, cerpen itu hendak berkata kalau tidak ada itu istilah writer’s block, belum dapat ide, dan sejumlah alasan dan mitos sejenis. Yang ada, kita malas. Itu saja. Ide itu diciptakan, ditemukan, dan dibuat. Bukan ditunggu. Ide itu apa yang bisa kamu lihat dan rasakan. Ide itu kamu sendiri. Atau aku(?).
Kapan pertama kali Anda mendengar tentang seleksi Penulis Emerging Indonesia?
Jawab:
Tahun 2014 saya terpilih sebagai salah satu peserta Akademi Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Dari salah seorang peserta yang bernama Dias Novita Wuri, saya tahu tentang seleksi penulis Emerging UWRF itu. Mbak Dias adalah Penulis Emerging Indonesia 2014. Saat itu ia izin satu minggu tidak masuk kelas lantaran menghadiri acara UWRF14. Saya pun kemudian kepo.
Siapa yang menginspirasi tulisan Anda?
Jawab:
Yang membuat saya tergugah untuk menulis adalah Agnes Davonar, bukunya yang saya baca berjudul Surat Kecil untuk Tuhan. Barulah dari sana saya mengenal karya-karya Sastrawan Indonesia, sekadar menyebutkan, salah satunya adlah Seno Gumira Ajidarma, nyaris semua bukunya saya punya. Gaya tutur yang lugas, mengalir, dan sering kali surealis, membuat saya ingin menulis sebaik beliau. Berbagai bentuk dan teknis menulis pun saya coba. Makanya, ketika tahu saya lolos menjadi salah satu penulis Emerging UWRF 2017 dan jurinya SGA, saya tak henti-hentinya tersenyum (dan sulit percaya). Ketika karya kita dibaca seseorang yang kita idolakan.
Selain itu saya juga mengidolakan Paulo Coelho dan Ernest Hemingway. Dari Coelho saya belajar kebijaksanaan dan konsep mestakung, sedangkan Hemingway, ia pandai menyentuh dan melibatkan pembaca dengan tokoh-tokoh karangannya. Dua penulis itu sebagian besar saya mengoleksi buku-bukunya.
Apakah asal muasal Anda turut berperan dalam tulisan-tulisan yang Anda hasilkan?
Jawab:
Bila ditanya asal-muasal, rasanya semua mengalir begitu saja, meski tempat lahir juga lingkungan memengaruhi gaya tutur dan hal teknis lainnya.
Apa yang ingin Anda lakukan dan lihat di UWRF17 bulan Oktober mendatang?
Jawab:
Segala yang ada dan dipersiapkan oleh penyelenggara UWRF17, maka itu yang saya nanti-nantikan.
Jika Anda harus terjebak di sebuah pulau terpencil hanya dengan satu buku, buku apakah itu?
Jawab:
Buku tulis kosong. Jangan lupa pula sediakan alat tulis. Saya akan bercerita tentang apa saja yang saya alami layaknya, Christopher Johnson McCandless, tokoh dalam buku Into The Wild. Tapi bila hanya harus membawa satu buku, maka yang sangat saya inginkan adalah buku The Complete Short Stories of Ernest Hemingway yang baru kemarin terbit di penerbit Immortal. Cukup satu buku itu sepertinya saya akan lupa sedang terjebak di pulau terpencil.
Buku apa yang saat ini sedang Anda baca?
Jawab:
Blindness, karangan Jose Saramago, penulis asal Portugis, peraih nobel sastra tahun 1998.
Apa saja yang ada di tas Anda saat ini?
Jawab:
Di dalam tas kecil: Pulpen, stabilo, buku catatan, kartu-kartu (ATM, SIM, KTP, dll.), buku Komedi Empat Musim (Cerita Terbaik dari Italia) pengalih Bahasa Zainal Muttaqien terbit tahun 2004, permen karet, dan kertas-kertas. Di dalam tas besar ada handphone rusak, buku catatan, pensil, kertas-kertas, kabel data, beberapa flashdisk, card readers, dll.
Official poster by Illumination Score: 8/10. Sejak trailernya pertama kali ditayangkan, saya langsung penasaran ingin menonton animasi produksi Illumination ini. Sore tadi, saya baru selesai menontonnya. Tidak mengecewakan, tetapi tidak begitu memuaskan juga. Migration bercerita tentang proses migrasi keluarga bebek jenis Mallard dari New England, ke daerah tropis Jamaika. Keluarga tersebut terdiri dari kepala keluarga bernama Mack Mallard, istri Pam, dan anak jantan Dax, serta bungsu betina Gwen. Saat keluarga Mallard bermigrasi ke Selatan untuk menghindari musim dingin, rencana mereka yang telah disusun dengan baik, ternyata menjadi kacau. Pengalaman itu menginspirasi untuk memperluas wawasan mereka, membuka diri terhadap teman-teman baru, dan mencapai lebih dari yang mereka bayangkan. Banyak hal-hal di luar dugaan mereka yang terjadi. Termasuk petualangan menegangkan ketika dikejar oleh koki bengis. Plotnya sejak awal jelas dan tujuan keluarga Mallard terjaga hingga...
Assalamu’alaikum Sobat Blogger dimanapun anda berada. Wah sebelum ane mulai postingan kali ini, ane mau minta maaf dulu dengan pihak yang terkait, tetapi maksud ane baik kok, biar tidak ada lagi korban-korban penipuan berikutnya. Melihat dari judul, pasti udah bakalan ngira kan ane mau nulis artikel apa? Hehhe... :D *nungguin yah... kwkwkw Ternyata sudah banyak bermacam-macam tipuan yang udah ada di negara kita ini, miris memang. Mulai dari uang palsu, travel ilegal, hape, gadget, komputer, bahkan tempe pun ada yang palsu “Bukan bahan asli”. Tetapi yang baru ane alami hari ini (21-Januari-2013) benar-benar sangat menjengkelkan. Jadi ceritanya ane lagi ada waktu senggang ketika kuliah sedang libur, ane coba cari-cari kerja dan kebetulan di kota ane Cilegon ada pembukaan lowongan pekerjaan atau bahasa kerennya itu “JOB FAIR” di tempat itu semacem seminar yang menghadirkan lebih dari 40 Perusahaan berjangka waktu kira-kira 5 hari saja. Nah ane sama temen be...
image by Encep Abdullah —sekelumit ulasan atas buku: Puisi, Telolet dan Kerikil Sepanjang Jalan oleh Ade Ubaidil Mengakrabi Puisi Herman J. Waluyo mendefinisikan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa, pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Untuk dapat membuat puisi dengan baik, kita harus memerhatikan unsur fisik dan unsur batin puisi. Dalam buku, Puisi, Telolet dan Kerikil Sepanjang Jalan karya Yasimini dkk—atau 18 penulis peserta menulis #KlinikMenulis dan #Komentar (Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa) yang diprakarsai Encep Abdullah—ini berhasil (sedikitnya) menunjukkan unsur fisik dan unsur batin yang dimaksud oleh Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tersebut. Mula-mula kita kutip puisi, Kisah Seorang Penyair karya Yasimini yang ditaruh paling awal halaman buku: ....aku menggigil dalam teguk...
Score: 8,5/10. Film karya sutradara dan penulis Majid Majidi ini sempat ramai dan kontroversial di tahun 2015. Konon, mendapat sokongan dan dukungan dana dari pemerintah Iran, film ini menghabiskan biaya mencapai 300 miliar rupiah, dan masih menjadi film dengan biaya termahal di negara tersebut. Sepanjang film saya merasa benar-benar diajak ke tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW. Setting lokasi, rumah-rumah, Ka'bah dan Mekkah di masa itu tergambar begitu nyata di layar sinema. Permainan tata cahaya dan warna pun mendukung kekhidmatan saya dalam menyaksikan lahirnya Rasulullah. Didampingi oleh para ahli sejarah, kisah Nabi Muhammad SAW ini ditulis dengan sangat rapi dan terasa begitu hati-hati—walaupun tetap saja menimbulkan kontroversi di sebagian kalangan organisasi muslim. Sosok Baginda Nabi tak sekalipun ditunjukkan wajahnya, hanya kilasan cahaya, sebuah keputusan yang tepat dan bijaksana. Melihat penggambaran punggung beliau saja di beberapa scene membuat saya terhar...
doc. pribadi. Kenangan yang Berlarian setiap kenangan itu tiba aku selalu menutup pintu hati dari dalam. kuganjal dengan tumpukan ingatan dan perasaan yang baru. "pergilah dan jangan kembali," kataku menahan sesak. dari jendela masalalu kuintip kenangan-kenangan itu berlarian ada yang terjatuh, terinjak terjungkal dan hancur aku ingin sekali membawanya masuk untuk segera mengobatinya tapi kenangan, selalu tahu kapan waktunya menyembuhkan dirinya sendiri Cilegon, 12 Mei 2019 *** Membakar Kesedihan pada suatu sore kau datang membawa kembang api dengan mata berbinar mengajak aku pergi ke suatu masa di mana hanya ada kita lalu hujan datang tanpa kabar jendela matamu redup dan berembun pamit tanpa suara meninggalkan aku tanpa jeda hari ini aku masih menggenggam kembang api yang sama di tempat yang sama menantimu datang untuk membakar kesedihan bersama Cilegon, 21 Februari 2019 *** Aku Ta...
Skor: 8/10 Setelah musim pertamanya yang bagi saya terasa naik-turun, Berlin and The Lady with an Ermine (2026) berhasil tampil lebih meyakinkan. Serial ini mengikuti Berlin dan Damián yang kembali mengumpulkan kru mereka di Seville untuk menjalankan sebuah rencana besar. Di permukaan, target mereka adalah lukisan The Lady with an Ermine karya Leonardo da Vinci. Namun di balik itu, mereka sebenarnya ingin memberi pelajaran kepada Duke dan Duchess of Málaga yang pernah memeras Berlin. Dibandingkan serial Berlin (2023), musim ini terasa lebih matang. Karakter-karakternya berhasil membangun simpati penonton dengan lebih baik. Hubungan antartokoh yang menjadi plot sampingan juga mendapat porsi yang pas sehingga emosinya terasa lebih dalam dan membuat saya lebih terlibat dengan perjalanan mereka. Sayangnya, masalah yang sama masih muncul. Semua terasa terlalu mudah. Istana sebesar itu tampak dijaga seadanya dan sering kali terasa begitu sepi sehingga sulit dipercaya menjadi target yang san...
"BAGI YANG MAU TRIKNYA JANGAN LUPA DI LIKE DAN BERKOMENTAR YAH, JADILAH PEMBACA YANG BAIK" Cara/Trik Internet Gratis XL, Telkomsel & Three . Trik internet gratis atau cara internet gratis sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, baik itu cara/trik internet gratis XL, telkomsel, dan Three serta cara/trik internet gratis dari provider lainnya seperti indosat, axis, as, flexi dan lain sebagainya. Beberapa cara/trik internet gratis di bawah ini adalah sebagian merupakan pengalaman saya dan juga hasil dari pencarian saya dari pengalaman orang lain, yang jelasnya cara/trik internet gratis ini betulan bukan bohongan. Cara/Trik Internet Gratis dari Pengalaman Saya (AXIS) Sebelumnya saya juga tidak percaya kalau dari provider Axis bisa mendapatkan internet gratis. Cara/trik internet gratis yang saya maksud di sini adalah internet gratis diluar batas bandwidth atau kuota. Pasalnya, ketika kita membeli kartu perdana khusus internet dari provider axis seharga ku...
image by imdb.com “Jika aku harus hidup sepuluh ribu kali , ku harap aku akan selalu memilihmu. ” Ada satu jenis perasaan yang tak mudah diberi nama. Persis seperti perasaan rindu, tetapi kata itu belum bisa merangkumnya secara keseluruhan. Saya pernah menemukan kata saudade dalam bahasa Portugis, kata ini yang paling mendekati maksud dari perasaan yang dimaksud di awal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ini adalah sebuah kata yang menggambarkan perasaan kerinduan yang mendalam, sering kali bercampur dengan kesedihan, kehilangan, dan nostalgia, terutama terhadap sesuatu atau seseorang yang jauh atau tidak lagi ada. Saya merasakan perasaan yang kompleks dan sulit diterjemahkan secara langsung ke bahasa lain. Itulah rasa yang muncul usai saya menonton film Sore: Istri dari Masa Depan karya Yandy Laurens. S ebelum bertransformasi dalam medium film, Sore: Istri dari Masa Depan pernah hadir dalam bentuk yang lebih ringan: sebuah web-series pendek di kan...
Image by IMDb.com Skor: 8,5/10 Diangkat dari syair epik karya Homer, The Odyssey berkisah tentang perjalanan pulang Odysseus (Matt Damon) setelah memenangkan Perang Troya. Dialah sosok di balik siasat Kuda Troya yang mengakhiri perang selama sepuluh tahun. Namun kemenangan ternyata bukan akhir dari perjuangannya. Dalam perjalanan menuju Ithaka, ia harus berhadapan dengan para dewa, makhluk-makhluk mitologi, kutukan, dan godaan yang berkali-kali menguji kecerdikan sekaligus ambisinya. Sebagai orang yang tidak terlalu akrab dengan mitologi Yunani, saya sempat dibuat kebingungan pada awal film. Tiba-tiba muncul Cyclops bermata satu, sosok penggembala domba yang sekilas mengingatkan saya pada Dajjal, hingga kemunculan Athena yang diperankan Zendaya. Rasanya seperti memasuki mimpi orang yang sedang demam, tetapi disusun dengan estetika visual yang begitu memikat. Imajinasi Homer memang terasa liar, dan Christopher Nolan berhasil menerjemahkannya menjadi pengalaman sinema yang megah. Act pe...
Logo Official TSM Group. Dibuat oleh Efri Saputra pada, (12/01/17) Kami yang mendeklarasikan diri dengan nama kelompok: “Tukang Sapu Madrasah” secara tersembunyi memutuskan untuk mengadakan pertemuan setiap minggu pertama di awal bulan. Gagasan awal bermula ketika kami merasa setelah lulus Aliyah (SMA) jarang berjumpa. Maka adanya ide brilliant ini disambut baik oleh semua teman-teman. Namun saya nggak akan mengulas hal nggak penting ini lebih jauh lagi. Karena yang terpenting adalah hal-hal yang kami lakukan di setiap pertemuan. Seperti di bulan ke-4 ini, kami memutuskan untuk piknik supaya nggak panik. Pilihannya nggak jauh-jauh. Terlebih sebagian besar dari kami masih mahasiswa, pahamlah isi kantongnya setebel apa? *digampar* Jadi, kami memutuskan untuk menyeberangi lautan ke daerah #WisataBanten. Yakni di Pulau Empat, Karangantu, Serang. Tiga hari sebelum keberangkatan, salah dua dari kami melakukan riset kecil. Mereka mencari informasi, berapa biaya yang dikeluarkan un...
Comments
Post a Comment