Posts

Showing posts from August, 2022

[Ulasan Film] Mencuri Raden Saleh: Kenalkan Sejarah Indonesia dalam Kemasan Film Pencurian Lukisan

Image
  ilustrasi oleh Visinema Score: 8,8/10 Piko (Iqbaal Ramadhan) seorang mahasiswa tingkat akhir, memiliki pekerjaan sampingan sebagai pemalsu lukisan. Ucup (Angga Yunanda) adalah sahabat sekaligus rekan bisnisnya yang bertugas mencari pelanggan “lukisan” karya Piko. Selain itu, rupanya Ucup memiliki keahlian di bidang IT, ia adalah seorang hacker. Di lukisan Piko yang terakhir, yang memalsukan karya Widayat, berhasil laku 900 juta saat dilelang, sementara Piko dan Ucup hanya menerima uang tak lebih dari 50 juta. Padahal, Piko sedang butuh banyak uang untuk membantu Budiman (Dwi Sasono), Papanya, keluar dari penjara. Sejak itu keduanya mulai berani bermain harga dengan Dini (Atiqah Hasiholan), langganannya. Dini menyetujuinya asalkan Piko mau memalsukan lukisan “Penangkapan Pangeran Diponegoro” karya Raden Saleh. Awalnya Piko sempat ragu, tetapi saat Dini memberitahu angka yang bakal dibayar, akhirnya ia sepakat. Kurang lebih begitu pembuka cerita film ini. Lalu scene by scene berjal...

[Ulasan Film] Extraordinary Attorney Woo: Berhasil Kenalkan Ilmu Hukum dengan Sedemikian Seru

Image
Official Poster by Netflix Score: 9,5/10 Akhirnya saya menemukan serial terbaik (sejauh ini) setelah Reply 1988 (2015) . Alat ukurnya sederhana, saat saya menonton setiap episodenya, durasi satu jam sangat terasa begitu cepat karena saking terhanyutnya ke dalam cerita. Selain itu, saya juga merasakan perasaan menggebu-gebu saat menanti jadwal tayang setiap episodenya di Netflix. Dan sayangnya, semalam episode terakhir untuk season satu ini. 😭😭😭 Serial Korea Extraordinary Attorney Woo berhasil menempati posisi pertama di delapan negara dan masuk dalam posisi 10 teratas di 22 negara dalam kategori TV Non-English. Lewat serial ini juga saya jadi belajar ilmu hukum Korea, pengacara, persidangan, dan lingkarannya. Hal yang paling saya hindari dan bikin puyeng kepala itu setiap kali melihat berita persidangan di televisi, ternyata bila disajikan dalam kemasan sinema jadi sedemikian nagih dan seru. Assemble antara satu aktor dengan aktor/aktris lainnya betul-betul memesona. Mereka chemistr...

[Ulasan Film] Ketika Cinta Menjadi Hal Paling Dasar yang Sering Terlupakan

Image
Official poster by Disney+ Hotstar Score: 9,3/10. Serial Indonesia naik level setelah saya menonton ini. Sungkem sama Yandy Laurens selaku sutradara yang selalu bisa menyisipkan tema surealis ke film-film realisnya tanpa ada kesan maksa. Kalian bisa buktikan sendiri dengan menonton film pendek sebelumnya yang sudah tayang di youtube, mulai dari Sore: Istri dari Masa Depan (2017), Axelerate the Documentary (2018), Mengakhiri Cinta dalam 3 Episode (2018), dan Janji (2019). Itu hanya beberapa dari karyanya yang pernah saya tonton. Saat akun IG Disney+ Hotstar mengumumkan bakal ada serial garapan Yandy ini tayang, saya sangat excited dan tak sabar menunggunya. Malam ini episode ke-7 dan ke-8 tayang sekaligus. Kejelian Yandy dalam memasukkan detail-detail kecil membuat saya tak henti-hentinya kagum. Ia sangat memerhatikan polah tingkah karakternya dalam setiap scene. Premisnya sederhana: bagaimana kalau, orang yang kita cintai tiba-tiba menghilang dalam sekejap di hadapan kita? Terkesan se...

[Ulasan Film] Nana: Indonesia Tempo Dulu dalam Lanskap Perempuan Sunda

Image
Salah satu scene dalam film "Before, Now & Then (Nana)" Score: 7,3/10. Setelah film Yuni, satu lagi film terbaru karya Kamila Andini yang menggunakan bahasa daerah. Kali ini ia menyasar bumi parahyangan, Bandung. Berlatar tahun 1960-an, film Nana berkisah tentang perempuan sunda yang melarikan diri dari gerombolan dan harus merelakan suami dan anaknya. Diangkat dari novel “Jais Darga Namaku” yang ditulis oleh sastrawan asal Sumatera Barat, Ahda Imran yang kini tinggal di Cimahi. Tokoh Nana sendiri adalah sosok Ibu dari Jais Darga, yakni Raden Nana Sunani. Berlatar sejarah PKI, scoring setiap scene berhasil menanamkan perasaan mencekam saat ditonton. Itu pula barangkali alasan kenapa film ini tidak tayang di bioskop Indonesia. Padahal, beberapa waktu lalu, film Nana berhasil meraih Silver Bear di Kompetisi Berinale atau Berlin International Film Festival 2022. Happy Salma memerankan tokoh Nana dengan sangat apik. Ia betul-betul menjadi tokoh Nana yang dikejar dosa masa lal...