Posts

Showing posts from October, 2021

[Catatan] Perjumpaan dengan Seniman

Image
Sejak tanggal 21 Oktober, saya sudah berada di Yogyakarta. Perjalanan kali ini untuk memenuhi undangan guru menulis saya, Pak Edi Mulyono . Terakhir kami bertemu tahun 2018, dan alhamdulillah tahun ini bisa bertemu lagi dengan belio dalam keadaan sehat wal'afiat--cerita ini akan dibahas di postingan lain. Semalam, saya melihat story @dr_tompi di Instagram. Belio sedang mengisi acara Prambanan Jazz Festival di Jokja. Saya iseng bertanya via DM apa masih di Jokja? Belio merespons cepat malam itu, katanya baru selesai dan sedang makan sate klathak. Saya ajak ketemu apakah ada waktu? Belio dengan lekas membalas bisa, ia memberikan waktu pertemuan dan di hotel mana ia menginap. Saya meminta belio share lokasi di WA, karena sebelumnya memang kami sering chatting. Saya merasa senang ketika belio bertanya soal film Yuni. Apakah saya terlibat? Saya katakan iya. Belio bilang, baru menonton trailernya, dan suka. Menurutnya, film bagus bisa dilihat dari cuplikan trailer. Saya agak kurang setuj...

[Cerpen] Pertanda (Ngewiyak.com, 01 Oktober 2021)

Image
ilustrasi by kompasiana.com Di sepanjang lorong itu, ia hanya menggumamkan kalimat yang sama berulang-ulang. Dalam kesendiriannya, ia terus melangkah menuju ruang pelayanan laboratorium. Sesuai instruksi dari perawat, ia harus mengambil sampel darah milik kakaknya. Ia mengantre, lalu saat tiba gilirannya ia menyebutkan nama kakaknya dan tak berselang lama si suster memberikan sampel darah dalam tabung seukuran ruas jari orang dewasa. “Mas tolong bawa ini ke Bank Darah, ya, samping tempat pengambilan obat itu,” ujar seorang suster muda kepada Agus. Bocah lima belas tahun itu hanya mengangguk. “Semua salinan dan kelengkapan data seperti kartu identitas, kartu berobat, dan kartu jaminan kesehatan mohon disiapkan, nanti tinggal diserahkan saja ke perawatnya,” tambahnya lagi. Agus mengatakan terima kasih lalu melenggang pergi. Sejak kecil Agus terobsesi pada kakaknya. Selisih usia di antara mereka nyaris duabelas tahun. Agus pernah terkagum-kagum sewaktu s...