[Cerpen] Peramal Telapak Tangan
dokumentasi pribadi Di suatu hari, seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “apa itu artinya berbohong demi kebaikan, Yah?” Lalu seorang bapak dengan senyum bersahajanya berkata, “mari duduklah di sebelah ayah, Nak. Biar ayah ceritakan sebuah kisah dari perkotaan.” Si gadis kecil manut dan wajah lugunya tampak antusias untuk mendengarkan. Pada siang yang cerah, ada dua perempuan berjalan beriringan. Mereka bersahabat baik sejak kecil. Kau boleh menyapa mereka dengan nama Darmi dan Ara. Saat itu mereka hendak menuju bioskop. Katanya sedang ada film drama korea yang bagus dan mereka nantikan sejak satu tahun lalu. Tetapi, siapa nyana, ketika baru turun dari kereta, pandangan mereka seperti hanya tertuju pada satu sosok kakek yang bersila di emperan stasiun. Di belakangnya ada potongan kardus bertuliskan, “Peramal Telapak Tangan” . Awalnya Ara ragu, sebab ia tak suka mengubah rencana. Namun, Darmi si jago merayu berhasil meluluhkan keraguan Ara. “Film bakal tayang s...