LAQAB NEGERIKU

source image in HERE


Tentang subuh yang gemuruh
Tentang subuh yang memaruh
Tentang subuh yang tiada luruh
Tentangmu di waktu subuh

Tentang siang nan garang menantang
Tentang siang nan kokoh laiknya karang
Tentang siang nan membara-arang
Tentangmu di waktu siang

Tentang malam yang tenteram
Tentang malam yang mendekam-dalam
Tentang malam yang menebar aroma garam
Tentangmu di waktu malam

Ini hanya tentang waktu yang singgah
Pergi untuk kembali; kembali untuk pergi
Gemah ripah loh jinawi; laqabnya
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman; syairnya

Lautan membentang luas maritim
Zamrud khatulistiwa melintang nol derajat salim
Seribu pulau seribu candi intim
Meramu-tamu kian halim

Seantero bumi mendengung tentang pertiwi
Segala macam rupa ada: rempah, ternak, padi
Lenguh riuh tak berarti angkuh
Hanya segelintir rasa yang kian tumbuh
Menjelma cinta yang tak bernarasi
Bagimu negeri
Jiwa raga kami



*Laqab = Julukan/gelar
Cilegon, 27 Februari 2015




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[REVIEW FILM] The Words: Buku, Penulis dan Skandal-skandal

[MY PROFILE] Terjerembap di Dunia Literasi: Lahan untuk Memerdekakan Pikiran (Utusan Borneo-Malaysia, 13 Desember 2015)

Lake Maning Bocah ( 4 Puisi Bahasa Jawa Banten)

[RESENSI] NEGERI KABUT KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (GRASINDO, 2016)

[Ulasan Film]: Avatar The Legend of Aang, Animasi Penuh Pelajaran Hidup!

Kreativitas Dalam Dunia Penipuan: Pengalaman Pahit Awal Melamar Pekerjaan Melalui Job Fair

27 Steps of May: Senyap yang Bising

Kumpulan Cerpen: Perangkap Pikiran Beni Kahar (AG Publishing, 2024)

[Ulasan Buku] Maskulinitas Tokoh Perempuan dalam Buku Dilatasi Waktu

[RESENSI] NOVEL: HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO (GPU, 2015)