[Catatan Seorang Anak]
Maaf, Aku Membenci mu, Ibu Aku paling tidak bisa berkisah tentang ibu. Entah mengapa, terkadang aku sampai pusing sendiri jika harus mengungkapkan dan mendeskripsikan ibu dengan kata-kata. Aku lahap kamus besar bahasa Indonesia yang aku beli minggu lalu, namun tak ada kata terindah yang bisa menjelaskan tentangmu, ibu. Aku benar-benar membencimu ibu. Begitu sulit menggambarkan semua kebaikanmu semenjak aku dalam rahimmu dengan diksi-diksi yang puitis. Kurasa bahkan seorang penyair pun tak menemukan itu. Jika pelangi adalah penggambaran tentang warna-warni yang menakjubkan, engkau lebih dari itu bahkan tidak sebanding dengannya. Lalu, dikala gersang mengisi siang, satu-satunya yang dinanti adalah hujan, maka engkau jauh dan sangat jauh dari jauh, hadirmu sungguh menyejukkan. Dan apabila masih ada yang berkata warna jingga ketika sore tiba itu adalah hal yang paling dinanti sekaligus dengan hadirnya sunset, maka engkau sungguh wanita yang selalu ditunggu kehadirannya dalam se...