[RESENSI] NOVEL: MAKAM UNTUK GADIS SKIZOFRENIA (UNSApress, 2014)

10:42 AM




Judul Buku      : Makam untuk Gadis Skizofrenia
Jenis Buku       : Novel/Fiksi
Penulis             : Bella Vanilla, dkk.
Penerbit           : UNSApress
Tahun Terbit   : November 2014
ISBN                 : 978-602-71176-2-4
Tebal                : viii + 170 halaman.
Harga               : Rp.
48.000,-



 “Sekelumit Kisah Tentang Kinkind Eureka”

Kinkind merasakan dirinya sudah berada di alam roh. Seseorang dengan manik-manik mata sebulat anggur mendekapnya. Ia meyakinkan kepada gadis bernama lengkap Kinkind Eureka itu bahwa ia masihlah hidup. Meski gadis yang biasa dipanggil Kind itu tetap belum bisa percaya. Sebab beberapa hari sebelumnya, ia ingat saat itu kakinya melompati jendela apartemen di mana tempat ia tinggal. Bella Vanilla menuliskan mini novelnya—yang kemudian judulnya didaulat sebagai judul utama buku ini, “Makam untuk Gadis Skizofrenia”—cukup rapi, baik dan konsisten. Di antara ketiga cerita yang termaktub dalam buku ini, memang mini novel Bella yang memiliki alur cerita yang kuat, menonjol dan teknik penulisan yang cukup baik pula.

Mengangkat issue penyakit yang sedang menjadi sorotan di dunia medis, khususnya bidang kejiwaan memang menarik untuk diuntai dalam sebuah cerita. Kinkind, si tokoh utama, yang didiagnosis terkena penyakit Skizofrenia—bagian dari gangguan kejiwaan yang disebabkan adanya kerusakan atau gangguan pada fungsi dan struktur syaraf di dalam otak manusia. Kind mengalami waham golongan nihilistik, atau biasa pula diartikan sebagai delusi dimana si penderita merasakan, berpikir serta berkeyakinan kuat mengenai sesuatu yang tidak sesuai pada kenyataannya. Seseorang yang bermata sebulat anggur yang memiliki nama Grace itulah yang mengatakan hal tersebut kepada Rhesa Anggaresta, tunangan Kind yang tak lain adalah saudara sepupunya sendiri.


Ayah Mereka kembar identik dan keduanya mafia narkoba. Hingga di bab akhir kenyataan mulai terkuak. Mereka adalah anak yang ditukar. Pak Harnako—ayah Kind meminta pada kembarannya Pak Sumitra untuk bertukar anak. Rhesa, putra tunggal Pak Sumitra adalah alasan Harnako ingin mengangkatnya anak, demi mendapat kepercayaan mertuanya sebagai pewaris perusahaan. Bahkan demi itu semua, ia merelakan putri tunggalnya, Kind diasuh oleh Pak Sumitra. Mendengar kenyataan itulah yang membuat Kind menangis hingga akhirnya berpikir untuk mengakhiri hidupnya meski takdir berkata lain.

Grace kian hari semakin sering mengunjungi Kind. Hingga ia sudah menganggapnya seperti adik sendiri. Apa yang dialami Kind, itu serupa dengan apa yang pernah dialami mendiang ibunya. Bella berhasil membuat cerita ini manis dengan memakai tiga narator dari kedelapan bab mini novelnya. Suara masing-masing narator pun berkarakter, tentu dengan penempatan yang proporsional. Mungkin ini pula alasan mengapa dari sekian naskah yang ikutserta dalam ajang lomba Mini Novel UNSApress 2014, naskah Bella Vanilla-lah yang menjuarainya. Sependapat dengan Kamiluddin Azis dalam pengantar mini novel ini, bahwa: cerita yang ditulis Bella menampilkan perpaduan antara cinta, kebencian, dan dendam masa lalu dengan bumbu suspense yang kental, dipadu sedikit unsur surealis dan psikologis.

Selain Bella, ada pula mini novel Heruka berjudul, “Origami dalam Kaleng” yang berkisah tentang dua insan—Puri dan Tara—yang menjalin cinta; mengikat janji, berpisah lalu dipertemukan kembali setelah empat tahun tidak saling berkomunikasi. Adapula cerita Starin Sani dengan judul, “Senyum Naya”. Perjuangan seorang remaja yang berusaha melepas belenggu kesulitan dalam kehidupan keluarganya yang serba kekurangan. Memakai bahasa yang sederhana namun mengalir dan tampak manis dengan selipan kisah asmara remaja.

Tentu dari ketiga novel ini memiliki kekhasan serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Yang jelas, mengamini lagi ucapan Kamiluddin Azis selaku selektor naskah, bahwasanya tiga penulis terpilih dalam penggarapan tema untuk buku ini sangatlah unik dan tidak picisan yang hanya berbicara soal percintaan semata. Tiga tema berbeda yang disatukan dalam sebuah buku menjadikan karya ini semakin menarik. Rasakanlah dunia baru yang telah buku ini berhasil ciptakan.[]
Cilegon, 08 Februari 2015 

You Might Also Like

0 komentar